Akhirnya Partai Golkar mendukung RUU APP
 
Setelah sekian lama berdiam diri, akhirnya Golkar mendukung RUU APP dijadikan UU. Hal tersebut dinyatakan oleh Agung Laksono, wakil ketua Partai Golkar yang merangkap Ketua DPR. "UU APP amat penting untuk menghindari terjadinya dekadensi moral masyarakat," ujar Agung kepada Harian Suara Pembaruan. Menurutnya, penolakan yang datang dari sebagian elemen masyarakat terhadap RUU APP, yang saat ini tengah dibahas oleh panitia khusus (pansus) DPR, hanya pada substansi. Perbandingan yang menolak juga menurutnya sangat sedikit dibanding yang mendukung. "Saya akui, ada yang sangat mendukung, ada yang ekstrem menolak. Tapi bila diprosentase, ada 80% yang mendukung. Agung juga menambahkan, adanya UU itu bisa menjadi kepastian bagi penerbit, menentukan mana yang porno dan mana yang tidak.
 
Entah pernyataan Agung tersebut muncul karena takut ancaman FPI yang akan 'menyapu' anggota DPR yang anti RUU APP atau  tidak. Tak jelas juga apakah pernyataan Agung itu sudah dikonsultasikan dengan  Jusuf Kalla sebagai atasannya atau belum. Kalau ada orang Golkar yang menentang RUU APP, artinya penjelasan Agung sekadar pernyataan pribadi. 
 
Nursyahbani serang Agung
 
Pernyataan Agung Laksono dikritik Nursyahbani Katjasungkana dari FKB. "Agung harus belajar hukum dulu," ucap Mbak Nur yang anggota Komisi III DPR kepada Suara Pembaruan. Moral dan etika adalah wilayah batin, yang bisa berbeda tergantung tempat, dengan ragam budaya yang berbeda-beda. "Moral dan etika tidak bisa distandarkan," katanya. Alasan pihak yang mendukung bahwa UU yang ada selama ini tidak memberi sanksi yang tegas, disebutnya tidak tepat.
 
Masalah seharusnya terletak pada penegakan UU itu, apakah sudah diterapkan dengan benar. "Rumusan sosiologisnya saja tidak tepat, apa yang mau diatur. Rumusan filosofinya juga salah besar," tambahnya. RUU APP, disebutnya tidak memenuhi standar ilmiah, dengan memuat definisi yang tidak jelas. Mencampur adukkan pengertian seksualitas, erotika dan pencabulan. Perbuatan pidana yang dirumuskan asumtif, dan multitafsir.
 
sumber: Suara Pembaruan- Senin, 6 Maret 2006

__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com

SPONSORED LINKS
Corporate culture Corporate culture change Business culture of china


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke