Saran untuk MUI: Kiat menyetop pelecehan, penghinaan dan penistaan terhadap Nabi Muhammad
 
SIFAT: SEGERA!
 
Di tengah maraknya penghinaan, pelecehan dan penistaan terhadap Nabi  Muhammad melalui berbagai media yang tersebar di seluruh dunia, saya  sarankan kepada MUI untuk SEGERA mengeluarkan fatwa yang isinya agar  warga negara Indonesia mulai detik ini tidak lagi memberi nama anaknya pakai embel-embel  Muhammad.
 
Langkah ini amat penting agar nama Nabi junjungan kita semua (baca: umat Muslim) tidak  semakin dilecehkan, dihina, dinista dan disakralkan secara berlebihan.  Kalau saran saya diterima, hendaknya dapat dilaksanakan mulai tanggal  fatwa diluncurkan. Langkah sosialisasi juga penting dengan memasang iklan layanan masyarakat di berbagai kanal media (tak cuma di Republika dan Sabili).
Fotocopy fatwa tersebut juga wajib ditempelkan di seluruh rumah sakit bersalin, kantor Catatan Sipil, tempat praktik bidan-bidan dan dukun-dukun bersalin, kecamatan, kelurahan, RT/RW, stasiun-stasiun kereta, bandara-bandara, dan terminal-terminal bus di seluruh wilayah NKRI.
 
Kenapa fatwa itu amat penting? Karena akhir-akhir ini banyak terungkap kasus KKN, pencurian, penodongan, pemerkosaan, pembunuhan, pencongkelan spion mobil, penipuan, pengedar narkoba, pembegalan dan lainnya yang  melibatkan nama Muhammad.
Contoh yang kelas kakap adalah Haji Haji Muhammad Soeharto, Muhammad Bob Hasan dan masih  banyak lagi yang lainnya. Walau mereka 'nebeng beken' pakai nama Muhammad dan beragama Islam tapi melakukan tindakan-tindakan  tak terpuji. Nah, Minggu lalu ada pencopet yang tertangkap basah di Senen juga bernama Muhammad. Salah satu teman saya kala SMP yang bernama Muhamad kini  berprofesi sebagai gigolo. Kerjaannya cuma memuaskan para tante girang.  Bayangkan kalau ia tertangkap basah, lalu diberitakan di berbagai media massa, kan malu? Masak sih Muhammad kok jadi gigolo? Ini justru penghinaan yang amat luar biasa  terhadap Nabi Muhammad dibandingkan kartun Denmark yang tak ada apa-apanya.
Sungguh ironis kan?
 
Hendaknya MUI juga menghimbau kepada warganegara Indonesia yang sudah terlanjur memakai nama Muhammad untuk tidak berperilaku buruk dan tercela.  Kalau memungkinkan, MUI menyarankan kepada mereka untuk ganti nama saja, demi menjaga hal-hal yang tak diinginkan di kemudian hari.
 
Lihat, jarang umat Kristiani menamai anaknya Jesus. Lihat, umat
Kristiani juga ogah mengenakan busana ala Jesus. Mungkin alasannya
biar tidak kualat. Sedangkan sebagian umat Islam amat mensakralkan dan memberhalakan Muhammad seolah setara dengan Tuhan. Kian banyak lelaki Muslim mengenakan busana ala Muhammad.  Lihat orang-orang  FPI yang berbusana ala Nabi sambil bawa golok dan segala macam senjata  tajam. Gaya hidup Nabi jadi trend-setter. Pakemnya: pelihara jenggot  ala Nabi Muhammad jadi kewajiban. Mereka pakai celana 3/4, katanya model  Nabi Muhammad. Mereka pakai sandal jepit katanya meniru Nabi. Jidatnya ada tanda hitam, katanya meniru Nabi. Pokoknya mereka berlomba-lomba  untuk berpenampilan mirip Muhammad. "Kalau sudah mirip Kanjeng Nabi kan  dijanjikan masuk surga," katanya. Ada juga yang mengusulkan agar Valentine Day diganti menjadi Muhammad Day. Kian aneh-aneh saja......
 
Salam,
 
ReJa
mau ajak FPI untuk mensweeping bayi-bayi bernama Muhammad

____________________________________________________________________


Apakah Anda Yahoo!?
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!


SPONSORED LINKS
Corporate culture Corporate culture change Business culture of china


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke