Menjadi Pribadi yang Kuat
Oleh :
Goenardjoadi Goenawan
Redaktur Khusus SKM PARLE, mengawal nurani parlemen
Cempaka Putih Tengah XXVI B no 71 A
021 - 422 2244
Hallo Sahabat...
Kemarin seperti biasa saya berenang dengan sahabat saya.
Saya masih ingat 5 bulan yang lalu sahabat saya tersebut masih
merasakan dendam yang mendalam, maklum sebelumnya beliau menjabat
Direktur Keuangan Group Koran terbesar di Jawa Timur,.
Apa yang terjadi selama proses 5 bulan ini adalah proses penguatan
pribadi.
Bagaimana caranya menjadi pribadi yang kuat?
Sering kita mengalami hal-hal yang buruk..
Mengapa orang-orang tidak mau mengerti saya?
Mengapa si A kok bersikap begini terhadap saya? Apa
maunya si B kok bisa-bisanya bersikap begini kepada saya?
Seakan-akan dunia ini sulit untuk dimengerti, hingga akhirnya kita
bisa menjadi sakits ecara fisik, stress, hingga stroke, tidak kuat
menghadapi keadaan.
Sesungguhnya Alam itu berjalan secara alami, natural, dengan atau
tanpa kita. Kita ini hanyalah sesosok Makhluk hidup diantara belantara
dunia.
Ada 3 hal yang dapat membuat kita menjadi pribadi yang kuat:
1. Meninggalkan kehidupan diri kita.
Selama ini kita senantiasa terbuai oleh Nafsu.
Sesungguhnya Allah membuat sosok Manusia sungguh sempurna, karena diberi
Nafsu dan Akhlak. Terserah kepada kita masing-masing, apakah kita mau
menjadi budak nafsu, budak kekuasaan, budak kekayaan, budak sex, budak
pendapat orang lain.
Namun, Allah juga memberikan kepada kita Akhlak.
Artinya kita diberi sosok yang lain daripada nafsu ego diri kita, oleh
karena itu kalau kita ingin menjadi pribadi yang kuat, kita harus
meninggalkan kehidupan ego nafsu kita, dan mulai hidup dengan
menggunakan jiwa kita.
Jiwa kita itu sifatnya bebas kepentingan, dan selalu memikirkan
kepentingan orang-orang lain. Oleh karena itu, kalau kita mampu
menjalani hidup ini dengan Jiwa kita, maka kita otomatis diberi kekuatan
luar biasa untuk menghadapi dunia.
Jiwa kita adalah sosok yang memberikan rasa nyaman, tenteram, damai,
apapun tindakan yang kita pilih.
Oleh karena itu, apabila kita terbakar oleh keadaan, mundur sejenak,
tinggalkan kehidupan nafsu ego kita, dan temukan Jiwa kita, dan
berindaklah dengan tuntunan Jiwa.
2. Rasakan getaran-getaran empati kesulitan masyarakat.
Sifat Empati ini yang menuntun kita untuk memperoleh kesempatan.
Dengan kesempatan, maka kita dapat terhindar dari lingkaran setan
masalah kita. Kita akan terekpos kepada suatu Peluang, atau Kesempatan
yang dapat meningkatkan hidup kita.
Kemana kita mencari peluang? Peluang timbul dari
Kebutuhan Orang-orang lain. Oleh karena itu sudah
menjadi tugas kita untuk mengidentifikasi kebutuhan
itu. Caranya kembali dengan meninggalkan ego kita dan
mulai menggunakan Jiwa kita untuk merasakan kesulitan
orang lain, pikiran orang lain, perasaan orang lain.
Ini komentar teman saya terhadap Buku Menjadi Kaya
dengan Hati Nurani yang diterbitkan Elex Media
Komputindo mulai 1 April 2006:
"The more we give, the more we get adalah juga
filosofi di tempat kami bekerja. Itu sebabnya kantor
konsultan franchise kami tidak terlalu perhitungan
dalam memberikan sharing pengalaman baik dalam
konsultasi maupun workshop. Memberikan yang pantas
adalah fair, memberikan lebih adalah berteman,
memberikan tanpa pamrih adalah mulia. Saya yakin buku
ini mengarahkan pembacanya untuk mencapai kemuliaan.
Menghindari kita terjebak menjadi greedy, tamak dan
menindas sesama. Buku yang akan menyentuh jiwa yang
paling dalam dari manusia pengusaha dan kita semua".
Bila kita telah mampu mengerti empati terhadap
kesulitan dan kebutuhan orang-orang lain, maka hidup
kita tidak lagi perlu terobsesi oleh keinginan-keinginan kita, namun
menjadi mengalir seperti air sungai secara alami mengalir dari Gunung ke
Laut.
Kehidupan kita akan secara alami menjadi terangkat,
karena Jiwa kita menuntun kepada pilihan-pilihan yang
baik untuk masyarakat.
Bagaimana caranya kita dapat menemukan Jiwa kita?
3. Mulai menolong orang lain.
Dengan menolong orang lain, maka kita akan menjadi dekat dengan hati
nurani kita, dan kita senantiasa diliputi oleh rasa kasih, dan dapat
senantiasa terhindar dari benci, dendam, rasa bersalah dan malu.
Dengan dipupuknya rasa kasih, maka kita akan semakin dekat dengan Jiwa
kita, karena makanan Jiwa kita adalah kebaikan.
Kebaikan?
Bagaimana caranya menjadikan kita semakin banyakberbuat kebaikan?
Mulai dengan menolong orang lain.
Dengan demikian kita akan menjadi sosok pribadi yang kuat.
Bagaimanapun kita bersikap, akan terjadi perbedaan pendapat bagi orang
lain, oleh karena itu, alam akan menghargai sosok Manusia yang hidup
dengan Jiwanya.
Joint with us:
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Soe_Hok_Gie" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
