adalah hal yang amat sulit, apalagi sebagai seorang remaja. Dunia
remaja adalah dunia yang sarat akan hedonisme dan konsumerisme yang
cederung menjadi candu bagi remaja. Ketika remaja mulai terjerumus
dan tenggelam dalam hedonisme dan konsumerisme, sulitlah ia berenang
ke permukaan untuk melihat dunia secara lebih jernih lagi. Tak
jarang komunitas yang kita diami memberikan situasi kondusif untuk
ikut tenggelam. Bila kita mencoba melawan arus, kitalah yang akan
dijauhi oleh komunitas. Dan remaja yang tidak ingin kesepian dan
terasing dalam komunitasnya, selalu mencoba mencari jalan keluar
untuk menunjukkan eksistensi dirinya, entah itu melakukan hal baik
ataupun hal buruk.
Seorang sahabat penulis adalah orang yang selalu berpegang pada
prinsip kebenaran dan kejujuran. Saat kumpul-kumpul bersama teman-
teman hanya dialah yang kelihatan `suci'. Kerap kali dia
mengingatkan penulis ketika penulis kembali tergiur dengan dunia
hedon. Hingga saat ini dia menjadi inividu berkualitas, secara
kepribadian, yang under popular di di dalam komunitas Pada zaman ini
kita tidak akan lagi menjumpai manusia seperti ini dengan mudah.
Kehadiran aura sosok Gie ke dalam kehidupan penulis jelas memberikan
dampak yang cukup berarti. Penulis makin sadar bahwa dunia tidak
hanya membutuhkan orang-orang pintar dan jenius. Dunia membutuhkan
pribadi-pribadi yang teguh dalam prinsip-prinsip hidup yang selaras
dengan kebenaran.
Keadaan moral Indonesia saat ini amatlah memperihatinkan. Kita lihat
latarbelakang disusunnya Rancangan Undang-Undang Anti Pornografi
dan Pornoaksi (RUU APP). Data-data yang disajikan terus terang
membuat hati penulis miris. "Wah, parahnya negara ini".
Kalau sudah demikian, kita, saya, spontan menyatakan penyesalan dan
aduhan yang tidak memberikan perubahan. Lalu bagaimana kita
memperbaiki moral indonesia?
Tidak mungkin kita membuat peraturan yang mengatur kepribadian.
Salah-salah malah menimbuahkan kontradiksi baru setelah perdebatan
pengesahan RUU APP. Perbaikan kepribadian haruslah di mulai diri
pribadi. Manusia menghidupi nilai-nilai luhur dan tidak mudah
terpengaruh oleh hedonisme dan konsumerisme. Kalau kepribadian diri
sendiri sudah tertata dengan rapi, penulis jamin kehidupan akan
lebih mudah tertata dengan rapi pula. Dan bila seluruh generasi muda
terbiasa berpegang teguh pada nilai-nilai kebenaran dan kejujuran,
para pemimpin nantinya pasti akan memiliki pribadi yang unggul dan
berkualitas. Mungkin pembaca yang budiman mengatakan "Ah, Cuma
idealisme, tuh!". OK. Itu adalah idealisme. Tetapi, bukankah lebih
baik bila kita mengawalinya?
Ingat!! Harapan dan tujuan hidup Gie hingga saat ini belum
terpenuhi. Jadi, beranikah kita menjadi pioneer perbaikan moral
Indonesia?
Karya tulis ini bukanlah semata-mata merumuskan tujuan hidup dan
cerita besar dari Soe Hok Gie. Penulis lebih berharap para pembaca
dapat menjadi pribadi independen namun berprinsip. Ini juga tidak
mengartikan bahwa saya memaksa pembaca untuk menjadi seperti Gie.
Siapkah Anda untuk sebuah perubahan?
Ketika Anda ditanya siapa yang akan memulainya katakanlah
WHY NOT ME?
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Soe_Hok_Gie" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
