Pada intinya GIe, adalah sosok yg terus-menerus merevisi kebenaran2 yg
ia terima. Termasuk aksi2 dalam diri mahasiswa sendiri. Mahasiwa juga
harus sedia menerima kritik.

Mahasiswa adalah pihak yg paling PD bicara tentang moral bangsa dan
demo2. Tetapi sedikit mahasiswa yg berani menegakan moral dalam ruang
kuliah. LK2 dan BEM2, membenarkan tindakan mahasiswa yg kuliah 7 tahun
-an, mencontek, korupsi, dst.

Mahasiswa adalah sosok yg harus terus-menerus dikritik dari dalam,
supaya punya integritas kalau bicara.


--- In [email protected], "DiyonoDIOMoeripto"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> kebenaran itu bukan mutlak monopoli perenungan suatu individu semata,
> namun kebenaran itu merupakan sebuah nilai yang harus dapat dan harus
> bisa dikomunikasikan dan diterima norma sosial dimasyarakat umum.
>
> kalo si A ngomong C ya...ga mutlak itu merupakan suatu nilai kebenaran
> yang perlu dijunjung dan dielukan.
>
> andai Sam Haidy berkata kebenaran tidak dapat disandingkan dengan
> kehidupan...waw...kesian bener nilai kebenaran tidak pernah hadir
> dalam hidupnya...
>
> itu cuma contoh...bagaimana nilai kebenaran menurut seseorang belum
> tentu benar menurut yg lain.
>
> pertanyaannya...siapakah yang bisa mendefinisikan inikah kebenaran
> atau bukan...lah...pusing kan...
>
> gw juga ga ngerti gw ngomong apa...GUBRAKS....
>
>
>
> --- In [email protected], "Sam Haidy" <mistcovered_man@>
> wrote:
> >
> > Analogi orang yang menyampaikan kebenaran adalah matahari. Orang-orang
> > silau menatapnya, tak berani mendekatinya, hanya butuh dari jauh. Jauh
> > sering dianalogikan dengan kematian, itulah kenapa tragedi terjadi
> > berulang kali. Kebenaran dan kehidupan sepertinya tak bisa berjalan
> > berdampingan dalam satu waktu.
> >
> >
> > -Sam Haidy-
> >
>







SPONSORED LINKS
Corporate culture Corporate culture change Business culture of china


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke