Setiap orang yang disinari cahaya matahari (kebenaran) akan
memantulkan bayangan kegelapan, dan bayangan itu akan hilang bila
gelap malam tiba. Bayangan gelap adalah analogi ketidakmampuan manusia
menyerap (menerima) kebenaran. Bila malam (kematian) tiba, manusia
baru bisa menerima kebenaran yang disampaikan sebelumnya. Mereka lalu
memuja cahaya (kebenaran) semu pantulan bulan. Itulah kenapa
tokoh-tokoh sejarah seringkali hanya dijadikan mitos, bukan diresapi
kehadirannya dalam kehidupan sehari-hari.


--- In [email protected], "nurun setiawan" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> kebenaran cuma ada dalam "keadilan kelak nanti....."
> umat manusia hanya dapat menepi dari garis dekat kebenaran.....
> di bumi cuma ada keadilan yang terbutakan dengan hingar bingar ilusi
> kebenaran
> terlalu agung seorang manusia memamerkan kebenaran yg ia punya
>
> klu teman saya benar dapat nilai 9 sedangkan klu saya salah hanya dapat
> nilai 3
> apakah ada yang salah.........?????////
> bukankah semua itu cuma nilai-nilai diatas kertas .......//// ???
>
>
> ----- Original Message -----
> From: save_mynit <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[email protected]>
> Sent: Thursday, June 01, 2006 7:57 AM
> Subject: [Soe_Hok_Gie] Re: ANALOGI GIE, KEBENARAN & TRAGEDI
>
>
> Pada intinya GIe, adalah sosok yg terus-menerus merevisi kebenaran2 yg
> ia terima. Termasuk aksi2 dalam diri mahasiswa sendiri. Mahasiwa juga
> harus sedia menerima kritik.
>
> Mahasiswa adalah pihak yg paling PD bicara tentang moral bangsa dan
> demo2. Tetapi sedikit mahasiswa yg berani menegakan moral dalam ruang
> kuliah. LK2 dan BEM2, membenarkan tindakan mahasiswa yg kuliah 7 tahun
> -an, mencontek, korupsi, dst.
>
> Mahasiswa adalah sosok yg harus terus-menerus dikritik dari dalam,
> supaya punya integritas kalau bicara.
>
>
> --- In [email protected], "DiyonoDIOMoeripto"
> <ghozwul_fikri@> wrote:
> >
> > kebenaran itu bukan mutlak monopoli perenungan suatu individu semata,
> > namun kebenaran itu merupakan sebuah nilai yang harus dapat dan harus
> > bisa dikomunikasikan dan diterima norma sosial dimasyarakat umum.
> >
> > kalo si A ngomong C ya...ga mutlak itu merupakan suatu nilai kebenaran
> > yang perlu dijunjung dan dielukan.
> >
> > andai Sam Haidy berkata kebenaran tidak dapat disandingkan dengan
> > kehidupan...waw...kesian bener nilai kebenaran tidak pernah hadir
> > dalam hidupnya...
> >
> > itu cuma contoh...bagaimana nilai kebenaran menurut seseorang belum
> > tentu benar menurut yg lain.
> >
> > pertanyaannya...siapakah yang bisa mendefinisikan inikah kebenaran
> > atau bukan...lah...pusing kan...
> >
> > gw juga ga ngerti gw ngomong apa...GUBRAKS....
> >
> >
> >
> > --- In [email protected], "Sam Haidy" <mistcovered_man@>
> > wrote:
> > >
> > > Analogi orang yang menyampaikan kebenaran adalah matahari.
Orang-orang
> > > silau menatapnya, tak berani mendekatinya, hanya butuh dari
jauh. Jauh
> > > sering dianalogikan dengan kematian, itulah kenapa tragedi terjadi
> > > berulang kali. Kebenaran dan kehidupan sepertinya tak bisa berjalan
> > > berdampingan dalam satu waktu.
> > >
> > >
> > > -Sam Haidy-
> > >
> >
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Yahoo! Groups Links
>






SPONSORED LINKS
Corporate culture Corporate culture change Business culture of china


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke