ISU FLUBUR, WABAH KORUPSI, DAN MEDIA YANG TERJEBAK

Yang pertama adalah FAKTA semua pemberian tentang pasien flu burung
didahului kata SUSPECT, DIDUGA, atau TERINDIKASI. Hampir tak ditemukaan
pemberitaan rekan wartawan cetak maupun elektronik, yang MEMASTIKAN bahwa
pasien terkena BEnar-benar FLUBUR. Aneh kan? Baru SUSPECT saja kok
pemberitaannya demikian berutbi-tubi, kayak nggak ada berita yang
jelas-jelas FAKTA lainnya. Ada apakagh gerangan ini???

Yang kedua, perspektif soal FLUBUR selama ini DIDOMINASI oleh menteri
Kesehatan belaka. Sehingga targetnya adalah VAKSIN, DESINFEKTAN, PEMUSNAHAN
MASSAL, dst. Kenapa tidak ada perpespektif lain yang dimunculkan? Dari DINAS
PETERNAKAN, dari DOKTER HEWAN, dari PELAKU PETERNAKAN, dari PASAR-PASAR
BURUNG sehingga ada Model Pemberitaan yang Berimbang! Adakah sekenario
tertentu untuk menggiring pada OPiNI tertentu karena ada target Goal
tertentu?

Rumornya, sebelum dana Rp 600 Milyar untuk penanggulangan FLUBUR ini Cair
Sepenuhnya maka ISU FLUBUR akan terus-menerus digencarkan dimana-mana-
Sebab, cairnya dana sebesar itu berkait dengan Jumlah Vaksin yang harus
dibeli (dari farmasi Eropa???). masalah dana itu pernah sekali ditulis di
Jawa Pos bulan September, tetapi entah mengapa kemudian tak dilanjutkan
lagi. Tiarap karena ditekan????

Ketiga, adalah FAKTA bahwa saat ini ada 4,2 juta kandang ternak ayam dengan
jumlah pekerja kandang mencapai 10 juta orang lebih, smenjak beroperasi dari
tahun 80-an , SATU PUN pekerja itu belum ada yang kena FLU BUrung. Semuanya
sehat wal afiat Kalau ada toh yang sakit ya cuma flu biasa karena udara
dingin dan langusng sembuh dengan obat FLU biasa. Pemberitaan yang
berubi-tubi tentang FLUBUR telah menimbulkan keresahan baru di kalangan
pekerja kandang sehingga banyak peternakan ayam kemudian off karena
pekerjanya berhenti takut kena FLUBUR. Pekerja Media tak pernah
memperhitungkan efek Hilangnya mata pencaharian jutaan peternak ayam dan
pekerjanya hanya gara-gara Berita yang Dipublikasikannya masih bersifat
SUSPECT. Mereka kan tahunya sudah benar-benar terjadi, Bukan SUSPECT lagi.
Begitu DASYATNYA efek media sehingga masyarakat tidak kritis meskipun telah
diselipin kata SUSPECT. Orang tahunya bukan SUSPECT tapi FAKTa. Padahal,
FAKTA sangat berbeda dengan FIKSI bukan???

Anehnya, ketika pekerja pekerja kandang itu (yang jelas potensi kena
fluburnya lebih tinggi) satu pun nggak ada yang terkena FLUBUR, malah
Orang-orang yang Tinggal di TENGAH KOTA, PERUMAHAN PADAT, berubi-tubi
dikabarkan kena FLUBUR. Aneh bin ajaib bin mustahal, bukan???
Jangan-jangan itu penyakit lain, lalu karena RS sudah ditekan untuk
mengatakan FLUBUR maka RS berlindung dibalik kata SUSPECT Flubur. Jadi, RS
pun sangsi dengan FLUBuR itu sehingga untuk tidak terlalu membohongi publik
mereka pakai istilah SUSPECT. Kalau ada serangan dari pihak-pihak yang tahu
duduk persoalannya, Rumah Sakit mudah sekali berkilah: dari awal kan kita
bilangnya SUSPECT bukan Flubur betulan???
Nah lo, betapa hebatnya teori konspirasi dimainkan dalam soal FLUBUR ini!

Yang Ketiga, berdasarkan data departemen Kesehatan sendiri yang seharusnya
dinyatakan sebagai WABAH atau KLB itu kan DEMAM BERDARAH dan RABIES. Ini
karena populasi penderitanya sangat tinggi. Di antara 2-5 % dan riel terjadi
di masyarakat. Sedangkan kejadian FLUBUR ini tidak ada 0.01 % dari total
populasi penduduk di Indonesia. kenapa bisa terjadi keanehan seperti ini?
Yang masih SUSPECT dikategorikan KLB/WABAH dan dikampanyekan besar-besara,
sementara yang benar-benar KLB/WABAH tidak ditangani secara serius. salahkan
kita memilih pemimpin.

Kalau ada yang mau datanya lebih detil bisa kontak dengan DR. DRH. EDi BUDI
SANTOSA, dari Pasca sarjana Fakultas Kedokteran Hewan UGM. satu-satunya
Doktor Spesialis Burung di Indonesia lulusan Ludwigh Jerman, mahasiswanya
Prof Ghrimm (akar burung dan unggas Jerman). HP DR EDI BUDI 081 668 0464.
sewaktu banyak beerbincang dengannya, saya banyak terperangah karena
banyaknya data lain, perpektif lain, yang jauh bertolakbelakang dari yang
kita baca selama ini di media. sayangnya, tulisan-tulisan dia yang mau
mengcounter LOGIKA FLUBURUNG selama ini, tak diberi tempat Oleh media.
beberapa rekan media malah menganggapnya "Gila", nyleneh, ingin mencari
popularitas dengan cara kontroversial. Padahal, data dan opini yang dia
miliki sebenarnya memang yang sesuai dengan FAKTA soal FLU BURUNG. Termasuk
teori bahwa Virus H5N1 ini TIDAK MUNGKIN menjalar ke Manusia, BAIK lewat
UNGGAS maupun LALAT karena resepien sel kita sangat berbeda. Jadi, sungguh
memang ada banyak hal yang aneh bin
ajaib dineger ini. termasuk Logika teman-teman media yang sudah jungkir
balik juga terkontaminasi olelh Skenario Besar Rezim sehingga membuat mereka
tiak kritis lagi tetapi malah sebaliknya IKUT MENGOMPORI / MEMBAKAR hal yang
seharusnya bisa diredamnya. Ada orang yang tentu tertawa-tawa dengan cara
kerja teman-teman media yang bisa disetting seperti itu.

Yang Keempat, kalau mau lebih konkret kerja kita sesungguhnya kita bisa
mengalihkan ISU FLU BURUNG yang masih dalam taraf SUSPECT itu ke persoalan
WABAH yang lebih Riel menimpa negeri ini. yakni WABAH KORUPSI. Ini yang
jelas-jelas hanya menguntungkan mereka yang di atas dan merugikan rakyat
banyak yang dipaksa rutin membayar PAJAK. Nah, kalau logika kita NALAR mana
yang lebih afdhol ngurusi berita ISUflubur yang belum jelas tapi menimbulkan
kepanikan masyarakat atau FAKTA Korupsi yang sudah menjadi WABAH itu, bahkan
bisa dikategorikan KLB (Kondisi Luar Biasa) yang kalau kita beritakan justru
akan DIDUKUNG penuh rakyat.
Disinilah logika dan nurani kita diuji?????????????

Yang terakhir, kalau memang harus ada pemusnahan massal Unggas, mbok yao
dilakukan dengan cara yang bijak. Masak dilakukan dengan CARA BAKAR_BAKARAN,
Diekspose besar-besaran, ditonton oleh Jutaan pemirsa, lalu menimbulkan
kepanikan di mana-mana. Benarkan begitu cara memusnahkan hewan yang benar?
Coba deh pejabat tanya kepada Dokter-dokter Hewan. Pastilah mereka akan
geleng-geleng kepala.
Kalau mau lebih berani lagi, tanya ke ulama-ulama salaf. Pastilah mereka
akan berkata: Itu Tindakan kekufuran. Semua binatang di Bumi Ini Bertasbih
kepada Tuhan-Nya. malah kadang manusianya yang jarang bertasbih memuji Tuhan
bahkan lupa pada Tuhan, kok dengan entengnya orang-orang gedean itu MEMBAKAR
MAHLUK ALLAH yang setiap Hari mengucapkan tasbih dengan kokok dan kicauannya
yang merdu.

semoga itu menjadi salah satu perpektif lain kita dalam memahami ISU FLUBUR.

Salam hangat dari Yogya

Among Kurnia Ebo
Taman Najmi kav-21 Kalasan Yogyakarta
(Pecinta Burung Perkutut - Klangenan Raja-raja Jawa)


~ Jurnalisme Mailing List @ YahooGroups
--
"Kula niku tiyang bodho, ndak diarani ngaku  pinter, ngko malah diarani
tukang ndoboss, ya to!"
-mbah marijan-

Kirim email ke