fy

Bung Yuzar, terima kasih banyak untuk informasi ini. Ini merupakan pengalaman 
anda yang patut dibagikana kepada banyak orang, khususnya para pengguna HP yang 
juga selalu, sering, atau yang akan menggunakan jasa penerbangan. Saya akan 
mengirimkan kepada teman-teman lain. Mudah-mudahan dapat menyadarkan dan 
mengubah pengetahuan tentang bahaya sinyal HP, radio atau peralatan pemancar 
gelombang telefonik radio lainnya dan perilaku BURUK dan TIDAK bertanggungjawab 
dari pengguna HP dalam pemakai jasa penerbangan di mana pun.
 
Salam 
 
Joakim
 o



From: [EMAIL PROTECTED] [mailto: [EMAIL PROTECTED] ] On Behalf Of Yuzar Alamsyah
Sent: Thursday, July 12, 2007 9:54
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
 [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
 [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: [UNORC-IAS] Rakyat HIGH-CLASS tapi KATROG
 
"Jadi persoalannya bukan pesawat apa yg kita naikin.. tapi kebiasaan buruk apa 
yg harus kita hilangkan...." 
Tulisan ini cuma bagus dibaca oleh mereka yg tidak mengharapkan asuransi 
kecelakaan dan jadi bahan berita di televisi2.. 


Rakyat High-Class, Tapi KATROG 

Saya sedih mendengar terbakarnya pesawat Garuda, GA 200 pada tanggal 7 Maret 
2007, pukul 07.00 pagi, jurusan Jakarta-Jogyakarta di Bandara Adisucipto. 
Kejadian itu sungguh menyayat hati dan perasaan. 

Kemudian saya teringat beberapa bulan yang lalu terbang ke Batam dengan 
menggunakan pesawat Garuda juga. 

Di dalam pesawat duduk disamping saya seorang warga Jerman. Pada saat itu dia 
merasa sangat gusar dan terlihat marah, karena tiba-tiba mendengar suara 
handphone tanda sms masuk dari salah satu penumpang, dimana pada saat itu 
pesawat dalam posisi mau mendarat. Orang ini terlihat ingin menegur tetapi 
tidak berdaya karena bukan merupakan tugasnya. 

Langsung saya tanya kenapa tiba-tiba dia bersikap seperti itu, kemudian dia 
bercerita bahwa dia adalah manager salah satu perusahaan industri, dimana dia 
adalah supervisor khusus mesin turbin. Saat dia melaksanakan tugasnya tiba-tiba 
mesin turbin mati, setelah diselidiki ternyata ada salah satu petugas sedang 
menggunakan HP didalam ruangan mesin turbin. 

Orang Jerman ini menjelaskan bahwa apabila frekwensi HP dengan mesin turbin ini 
kebetulan sama dan sinergi ini akan berakibat mengganggu jalannya turbin 
tersebut, lebih fatal lagi berakibat turbin bisa langsung mati. 

Cerita ini langsung saya kaitkan dengan peristiwa diatas, kalau saya tidak 
salah mendengar mesin pesawat tiba-tiba mati pada saat mau mendarat. 
Mudah-mudahan peristiwa ini bukan akibat HP penumpang. 

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk masyarakat yang sering bepergian dengan 
pesawat. 

Rakyat kita ini memang High Class..., Handphone nya Mahal, Transportasi pake 
pesawat. Tapi bodohnya gak ketulungan. 

Ada yang gak tau kenapa larangan itu dibuat, ada yang tau tapi tetap gak 
peduli. Orang Indonesia harus selalu belajar dengan cara yang keras. 

Buat yang belum tahu, kenapa enggak boleh menyalakan Handphone di pesawat, 
berikut penjelasannya : 

Sekedar untuk informasi saja, mungkin rekan-rekan semua sudah mendengar berita 
mengenai kecelakaan pesawat yang baru 'take-off' dari Lanud Polonia-Medan. 
Sampai saat ini penyebab kejadian tersebut belum diketahui dengan pasti. 

Mungkin sekedar sharing saja buat kita semua yang memiliki dan menggunakan 
ponsel/telpon genggam atau apapun istilahnya. Ternyata menurut sumber informasi 
yang didapat dari ASRS (Aviation Safety Reporting System) bahwa ponsel 
mempunyai kontributor yang besar terhadap keselamatan penerbangan. Sudah banyak 
kasus kecelakaan pesawat terbang yang terjadi akibatkan oleh ponsel. Mungkin 
informasi dibawah ini dapat bermanfaat untuk kita semua, terlebih yang sering 
menggunakan pesawat terbang. 

Contoh kasusnya antara lain : 

Pesawat Crossair dengan nomor penerbangan LX498 baru saja 'take-off' dari 
bandara Zurich , Swiss. Sebentar kemudian pesawat menukik jatuh. Sepuluh 
penumpangnya tewas. Penyelidik menemukan bukti adanya gangguan sinyal ponsel 
terhadap sistem kemudi pesawat. 

Sebuah pesawat Slovenia Air dalam penerbangan menuju Sarajevo melakukan 
pendaratan darurat karena sistem alarm di kokpit penerbang terus meraung-raung. 
Ternyata, sebuah ponsel di dalam kopor dibagasi lupa dimatikan, dan menyebabkan 
gangguan terhadap sistem navigasi. 

Boeing 747 Qantas tiba-tiba miring ke satu sisi dan mendaki lagi setinggi 700 
kaki justru ketika sedang 'final approach' untuk 'landing' di bandara Heathrow, 
London. Penyebabnya adalah karena tiga penumpang belum mematikan komputer, CD 
player, dan electronic game masing-masing (The Australian, 23-9-1998). 

Seperti kita tahu di Indonesia ? Begitu roda-roda pesawat menjejak landasan, 
langsung saja terdengar 
bunyi beberapa ponsel yang baru saja diaktifkan. 

Para 'pelanggar hukum' itu seolah-olah tak mengerti, bahwa perbuatan mereka 
dapat mencelakai penumpang lain, disamping merupakan gangguan (nuisance) 
terhadap kenyamanan orang lain. 

Dapat dimaklumi, mereka pada umumnya memang belum memahami tatakrama 
menggunakan ponsel, disamping juga belum mengerti bahaya yang dapat ditimbulkan 
ponsel dan alat elektronik lainnya terhadap sistem navigasi dan kemudi pesawat 
terbang. 

Untuk itulah ponsel harus dimatikan, tidak hanya di-switch agar tidak berdering 
selama berada di dalam pesawat. 

Berikut merupakan bentuk ganguan-gangguan yang terjadi di pesawat: Arah terbang 
melenceng,Indikator HSI (Horizontal Situation Indicator) terganggu, Gangguan 
penyebab VOR (VHF Omnidirectional Receiver) tak terdengar, Gangguan sistem 
navigasi, Gangguan frekuensi komunikasi, Gangguan indikator bahan 
bakar,Gangguan sistem kemudi otomatis, Semua gangguan diatas diakibatkan oleh 
ponsel, sedangkan gangguan lainnya seperti Gangguan arah kompas komputer 
diakibatkan oleh CD & game Gangguan indikator CDI (Course Deviation Indicator) 
diakibatkan oleh gameboy Semua informasi diatas adalah bersumber dari ASRS. 

Dengan melihat daftar gangguan diatas kita bisa melihat bahwa bukan saja ketika 
pesawat sedang terbang, tetapi ketika pesawat sedang bergerak di landasan pun 
terjadi gangguan yang cukup besar akibat penggunaan ponsel. 

Kebisingan pada headset para penerbang dan terputus-putusnya suara 
mengakibatkan penerbang tak dapat menerima instruksi dari menara pengawas 
dengan baik. 

Untuk diketahui, ponsel tidak hanya mengirim dan menerima gelombang radio 
melainkan juga meradiasikan tenaga listrik untuk menjangkau BTS (Base 
Transceiver Station). 

Sebuah ponsel dapat menjangkau BTS yang berjarak 35 kilometer. Artinya, pada 
ketinggian 30.000 kaki, sebuah ponsel bisa menjangkau ratusan BTS yang berada 
dibawahnya. 

(Di Jakarta saja diperkirakan ada sekitar 600 BTS yang semuanya dapat sekaligus 
terjangkau oleh sebuah ponsel aktif di pesawat terbang yang sedang bergerak di 
atas Jakarta ). 

Sebagai mahluk modern, sebaiknya kita ingat bahwa pelanggaran hukum  adalah 
juga pelanggaran etika. Tidakkah kita malu dianggap sebagai orang yang tidak 
peduli akan keselamatan orang lain, melanggar hukum, dan sekaligus tidak tahu 
tata krama? 

Sekiranya bila kita naik pesawat, bersabarlah sebentar. Semua orang tahu kita 
memiliki ponsel. Semua orang tahu kita sedang bergegas. Semua orang tahu kita 
orang penting. Tetapi, demi keselamatan sesama, dan demi sopan santun 
menghargai  sesama, janganlah mengaktifkan ponsel selama di dalam pesawat 
terbang. 

Semoga suatu hari rakyat kita bisa sedikit lebih pintar 
  



Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news, 
photos & more.


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "IMS 
Sumatra" group. 
To post to this group, send email to [EMAIL PROTECTED] 
To unsubscribe from this group, send email to [EMAIL PROTECTED] 
For more options, visit this group at 
http://groups.google.com/group/ims-sumatra?hl=en 
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---


       
____________________________________________________________________________________
Need a vacation? Get great deals
to amazing places on Yahoo! Travel.
http://travel.yahoo.com/

Kirim email ke