Sekarang ini amatlah absurd untuk berkata mengenai revolusi. Tetapi bagi kami, jauh lebih absurd untuk terus hidup dengan cara hidup seperti kalian. Kalian hidup dalam daratan yang penuh zombie, sebagai zombie. Kalian bergerak, berbicara, bekerja, menonton TV, mengendarai mobil... tetapi kalian tetaplah mayat - mayat hidup yang dibangkitkan dari kubur, yang melakukan hanya apa yang diperintahkan dan menghidupi hidup yang tak bernyawa. Di daratan kalian, intoleransi adalah dosa - engkau dapat melakukan apapun yang kau mau, dan aku melakukan apapun yang kumau - tak peduli engkau seorang pembunuh, penghasut, pembual, penghisap, dsb. Tetapi di daratan kami, intoleransi bukan lagi sebuah dosa: engkau tak akan melakukan apapun yang tak dapat kutoleransi dan aku tak akan melakukan apapun yang tak dapat kau toleransi. Toleransimu adalah intoleransi, sementara intoleransi kami adalah toleransi. Kami memilih hidup sebagai serigala-serigala liar, bukan domba-domba yang bergerak ke mana sang gembala ingin kalian bergerak.
www.apokalips.org +++++ dengan satu pertanyaan: KENAPA GANJA DILARANG??? ++++ cuma mau santai resikonya penjara. cuma mau damai resikonya penjara. Kalian menenangkan hati ini dengan cara lama; alkohol dan pelacur. Kenapa alkohol dan pelacur kalian beri tempat, sedangkan ganja kalian larang? Kalian tidak ingin kami berfikir, kalian melarang kami berkreasi. Ganja adalah sumber inspirasi kami, walaupun terkadang dengan sedikit alkohol. Tapi kami bukan alkoholik sejati, alkohol buat kami hanyalah pelengkap. Pelacuran kalian lokalisir, bahkan kalian resmikan dengan nama PEKERJA SEKS KOMERSIL. Walau begitu, bagi para PSK jalanan kalian razia, kalian tangkapi lalu untuk selanjutnya tetap menjadi pelacur. Sedangkan para pelacur high class kalian diamkan. Para pelacur yang bernaung dibalik hotel hotel mewah berbintang,kalian diamkan. Alkohol pun bernasib sama. Kalian sita ribuan botol alkohol dari warung-waruing jalanan, dari agen kelas kelurahan tanpa menutup pabriknya. Ribuan bahkan puluhan ribu botol alkohol kelas ecek-ecek kalian hancurkan di hadapan para Ustad, Tokoh Masyarakat dan tetek bengek lainnya para agamis munafik!. Tapi kalian tetap membiarkan alkohol bermerk luar negeri duduk manis dipajang di tiap hyper market yang kini merajalela memangsa pasar tradisional. Dengan ini semua, kalian seperti bicara: "Rakyatku teruslah bekerja... Hasilkan uang sebanyak mungkin lalu bersenang senanglah kalian di di tempat tempat yang telah disediakan. Tak perlu kalian berpikir, bukankah hanya syahwat yang kalian pentingkan!!!" Bangsat !!! Kapitalis BANGSAT !!!!
