Salam! kekuatan demokratik perlu sebanyak-banyaknya memasuki wilayah wajib militer. ada beberapa keuntungan yang didapat: 1. paling tidak untuk diri sendiri, bisa menambah kebugaran, makanan sehat dan bergizi bagus untuk membentuk tubuh yang kuat. maklum aktivis biasanya cuma makan Mie Rebus, sekali waktu pake ikan asin. selain itu kita juga bisa melatih kedisiplinan (jangan sering2 bangun siang). kata orang "dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat", kalo badan loyo terus, sakit-sakitan, gimana kita mau turun ke basis? 2. kaum demokratik akan mendapatkan dasar-dasar ilmu militer, yang menurut saya akan berguna bagi masa depan gerakan demokratik. penting untuk kita pahami bahwa selama orde baru berkuasa, dasar-dasar ilmu militer tidak pernah diajarkan secara terbuka. para jenderal hanya melatih beberapa milisi untuk kepentingan politik mereka. perlu dicatat bahwa gerakan demokratik sejak dulu melakukan penolakan pada wilayah "MILITERISME" yang mewujud dengan nama "DWI FUNGSI ABRI/TNI". gerakan akan menolak setiap usaha penguasa yang menggunakan militer untuk melanggengkan kekuasaan, begitu juga sebaliknya. Muhammad Ali, si petinju dunia itu, juga pernah menolak wamil, tetapi penolakan dia karena wamil digunakan pemerintah amerika untuk kepentingan melawan vietnam. sungguh tepat pilahan Ali untuk menolak wamil yang seperti itu. saya juga mengharapkan bahwa gerakan demokratik tentu akan menolak wamil, sejauh untuk kepentingan menjajah negeri lain. 3. kaum demokratik yang selama ini setia dijalanan untuk melawan setiap bentuk kesewenangan penguasa, akan terus berada pada posisi demikian. namun ketika ada suatu kesempatan wamil, menjadi penting untuk kita kaji bersama. artinya, bahwa ketika ada kaum demokratik didalam sana, paling tidak pengawasan akan menjadi lebih ketat. kita memang tidak akan percaya bahwa militer akan secara sukarela melatih rakyatnya, tanpa ada kepentingan apapun. karena selama ini kita tahu militer indonesia sejak masa soeharto tidak pernah diajarkan ilmu kemanusiaan dan demokrasi, dan militer masih jauh dari karakter kerakyatan karena oleh soeharto memang sengaja dijauhkan dari ibu kandung militer: RAKYAT! Militer indonesia dalam sejarahnya lahir dari tentara PETA dan KNIL, sadis, brutal, pemerkosa, senang menculik, pro kolonialisme, dll. PETA dan KNIL adalah nenek moyang militer kita. disitulah guna kita berada di dalam wamil, untuk menjaga, mengawasi, sekaligus "counter ideologi". tidak mudah bagi kaum demokratik yang bekerja dikalangan militer yang masih kental sisa-sisa feodalnya, namun kita masih punya harapan untuk membangun kekuatan militer yang berkarakter kerakyatan, progresif mungkin juga revolusioner yang anti feodalisme, anti penjajahan asing, pro demokrasi dan kemanusiaan. tabik, caho, NB: apa kabar kawanku Bimo Petrus, Herman Hendrawan, Udin, Munir, Widji Thukul, pengorbanan kalian tidak akan pernah sia-sia, militer yang profesional, mandiri, dan kerakyatan akan kita bangun cepat atau lambat..... NB lagi: mereka tetap harus bertanggungjawab! kita bukan kaum PELUPA!
Jalan Baru Menuju Perubahan Baru! "BANGUN PERSATUAN REBUT KEMERDEKAAN SEJATI MENUJU SOSIALISME INDONESIA YANG DI RAHMATI TUHAN YANG MAHA ESA" __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com
