copas dari : http://www.kaskus.us/showthread.php?p=117935928#post117935928
Coba bayangkan skenario ini. Suatu malam sepulang dari kantor, Fulan seorang pengendara sepda motor yang relatif masih baru sedang asyik mengendarai motornya. Lalu lintas di jalur lambat sepi dan Fulan memacu motor sedikit lebih cepat daripada biasanya di lajur sebelah kanan jalur lambat. Jarum speedo menunjukkan angka 60 km/jam. “Hmm, enak bener nih, jalanan sepi, bisa lebih kenceng lagi nih.” kata Fulan pada dirinya. Biasanya, karena lalu lintas yang padat, kecepatan paling tinggi yang bisa dicapai sekitar 30 km/jam. Kali ini, Fulan bisa berjalan sedikit lebih cepat. Dengan mudah motornya mencapai kecepatan 70 km/jam. Saat Fulan sedang asyik menikmati hembusan angin di wajahnya, tiba-tiba dia melihat di sebelah kanannya, sebuah mobil masuk ke jalur lambat dari jalur cepat. Mobil tersebut pindah jalur tanpa memperhatikan lalu lintas sekitarnya dan langsung memotong lintasan Fulan. Terkejut karena “tiba-tiba” ada kendaraan yang memotong lintasannya dari sebelah kanan, reaksi Fulan adalah melakukan manuver untuk menghindar. Dengan agak panik Fulan membelokan motornya ke kiri. Fulan bertambah panik ketika motor yang dia kendarai bukannya mengarah ke kiri tetapi malah mengarah ke kanan dan langsung menuju ke arah mobil tersebut. Tabrakan tidak bisa dihindari apalagi karena pada detik-detik terakhir, pengendara mobil menyadari ada kendaraan lain di belakangnya dan menginjak rem. Keesokan harinya ketika teman-temannya menengok Fulan, yang untungnya tidak mengalami cedera yang parah, Fulan menceritakan kejadian tersebut dan mengungkapkan keheranannya. “Gua heran kok bisa nabrak. Padahal gue udah belokin motor ke kiri untuk menghindar. Tapi motor gue nggak mau belok ke kiri, dia malah mengarah arah kanan, langsung ke arah mobil itu. Gue yakin, di tempat itu ada jin yang ngebelokin motor gue ke arah kanan. ” kata Fulan mengakhiri ceritanya. “Emang bener tuh, di situ sering terjadi kecelakaan, pasti ada penunggunya.” tambah satu orang teman Fulan yang diikuti dengan anggukan kepala teman-teman Fulan yang lain. Dalam skenario di atas, ada beberapa kesalahan yang dilakukan Fulan yakni tidak waspada (Fulan tidak menjaga Jarak Pandang dan tidak bersiap melakukan pengeraman mendadak) dan, yang fatal, tidak memahami mekanisme belok sepeda motor. Tulisan ini akan bicara tentang mekanisme belok sepeda motor. Yang lain, yakni soal Jarak Pandang dan Rem akan dibahas di lain kesempatan, sedangkan masalah Jin penunggu akan dibahas oleh tim Dunia Lain ? Bersambung ======>>>> -- [email protected] www.spinner-community.net http://maps.google.com/maps?f=q&source=s_q&hl=en&geocode=&q=serpong&sll=-6.19039,106.845474&sspn=0.330398,0.441513&g=jakarta&ie=UTF8&ll=-6.246278,106.678276&spn=0.020136,0.055189&z=14 ------------------------------------ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/spinner-community/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/spinner-community/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
