Dear all,
Meneruskan pesan dari milis sebelah.
Semoga bermanfaat. Mohon maaf untuk yang tidak berkenan.
----- Forwarded Message ----
From: Aik Zuhrie <[EMAIL PROTECTED]>
To: sofyan <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, July 16, 2007 11:35:58 AM
Subject: [SUARA] Fwd: [UNORC-IAS] Re: Rakyat HIGH-CLASS tapi KATROG
Rakyat High-Class, Tapi KATROG
Saya sedih mendengar terbakarnya pesawat Garuda, GA 200 pada tanggal 7 Maret
2007, pukul 07.00 pagi, jurusan Jakarta-Jogyakarta di Bandara Adisucipto.
Kejadian itu sungguh menyayat hati dan perasaan.
Kemudian saya teringat beberapa bulan yang lalu terbang ke Batam dengan
menggunakan pesawat Garuda juga.
Di dalam pesawat duduk disamping saya seorang warga Jerman. Pada saat itu dia
merasa sangat gusar dan terlihat marah, karena tiba-tiba mendengar suara
handphone tanda sms masuk dari salah satu penumpang, dimana pada saat itu
pesawat dalam posisi mau mendarat. Orang ini terlihat ingin menegur tetapi
tidak berdaya karena bukan merupakan tugasnya.
Langsung saya tanya kenapa tiba-tiba dia bersikap seperti itu, kemudian dia
bercerita bahwa dia adalah manager salah satu perusahaan industri, dimana dia
adalah supervisor khusus mesin turbin. Saat dia melaksanakan tugasnya tiba-tiba
mesin turbin mati, setelah diselidiki ternyata ada salah satu petugas sedang
menggunakan HP didalam ruangan mesin turbin.
Orang Jerman ini menjelaskan bahwa apabila frekwensi HP dengan mesin turbin ini
kebetulan sama dan sinergi ini akan berakibat mengganggu jalannya turbin
tersebut, lebih fatal lagi berakibat turbin bisa langsung mati.
Cerita ini langsung saya kaitkan dengan peristiwa diatas, kalau saya tidak
salah mendengar mesin pesawat tiba-tiba mati pada saat mau mendarat.
Mudah-mudahan peristiwa ini bukan akibat HP penumpang.
Semoga tulisan ini bermanfaat untuk masyarakat yang sering bepergian dengan
pesawat.
Rakyat kita ini memang High Class..., Handphone nya Mahal, Transportasi pake
pesawat. Tapi bodohnya gak ketulungan.
Ada yang gak tau kenapa larangan itu dibuat, ada yang tau tapi tetap gak
peduli. Orang Indonesia harus selalu belajar dengan cara yang keras.
Buat yang belum tahu, kenapa enggak boleh menyalakan Handphone di pesawat,
berikut penjelasannya :
Sekedar untuk informasi saja, mungkin rekan-rekan semua sudah mendengar berita
mengenai kecelakaan pesawat yang baru 'take-off' dari Lanud Polonia-Medan.
Sampai saat ini penyebab kejadian tersebut belum diketahui dengan pasti.
Mungkin sekedar sharing saja buat kita semua yang memiliki dan menggunakan
ponsel/telpon genggam atau apapun istilahnya. Ternyata menurut sumber informasi
yang didapat dari ASRS (Aviation Safety Reporting System) bahwa ponsel
mempunyai kontributor yang besar terhadap keselamatan penerbangan. Sudah banyak
kasus kecelakaan pesawat terbang yang terjadi akibatkan oleh ponsel. Mungkin
informasi dibawah ini dapat bermanfaat untuk kita semua, terlebih yang sering
menggunakan pesawat terbang.
Contoh kasusnya antara lain :
Pesawat Crossair dengan nomor penerbangan LX498 baru saja 'take-off' dari
bandara Zurich , Swiss. Sebentar kemudian pesawat menukik jatuh. Sepuluh
penumpangnya tewas. Penyelidik menemukan bukti adanya gangguan sinyal ponsel
terhadap sistem kemudi pesawat.
Sebuah pesawat Slovenia Air dalam penerbangan menuju Sarajevo melakukan
pendaratan darurat karena sistem alarm di kokpit penerbang terus meraung-raung.
Ternyata, sebuah ponsel di dalam kopor dibagasi lupa dimatikan, dan menyebabkan
gangguan terhadap sistem navigasi.
Boeing 747 Qantas tiba-tiba miring ke satu sisi dan mendaki lagi setinggi 700
kaki justru ketika sedang 'final approach' untuk 'landing' di bandara Heathrow,
London. Penyebabnya adalah karena tiga penumpang belum mematikan komputer, CD
player, dan electronic game masing-masing (The Australian, 23-9-1998).
Seperti kita tahu di Indonesia ? Begitu roda-roda pesawat menjejak landasan,
langsung saja terdengar
bunyi beberapa ponsel yang baru saja diaktifkan.
Para 'pelanggar hukum' itu seolah-olah tak mengerti, bahwa perbuatan mereka
dapat mencelakai penumpang lain, disamping merupakan gangguan (nuisance)
terhadap kenyamanan orang lain.
Dapat dimaklumi, mereka pada umumnya memang belum memahami tatakrama
menggunakan ponsel, disamping juga belum mengerti bahaya yang dapat ditimbulkan
ponsel dan alat elektronik lainnya terhadap sistem navigasi dan kemudi pesawat
terbang.
Untuk itulah ponsel harus dimatikan, tidak hanya di-switch agar tidak berdering
selama berada di dalam pesawat.
Berikut merupakan bentuk ganguan-gangguan yang terjadi di pesawat: Arah terbang
melenceng,Indikator HSI (Horizontal Situation Indicator) terganggu, Gangguan
penyebab VOR (VHF Omnidirectional Receiver) tak terdengar, Gangguan sistem
navigasi, Gangguan frekuensi komunikasi, Gangguan indikator bahan
bakar,Gangguan sistem kemudi otomatis, Semua gangguan diatas diakibatkan oleh
ponsel, sedangkan gangguan lainnya seperti Gangguan arah kompas komputer
diakibatkan oleh CD & game Gangguan indikator CDI (Course Deviation Indicator)
diakibatkan oleh gameboy Semua informasi diatas adalah bersumber dari ASRS.
Dengan melihat daftar gangguan diatas kita bisa melihat bahwa bukan saja ketika
pesawat sedang terbang, tetapi ketika pesawat sedang bergerak di landasan pun
terjadi gangguan yang cukup besar akibat penggunaan ponsel.
Kebisingan pada headset para penerbang dan terputus-putusnya suara
mengakibatkan penerbang tak dapat menerima instruksi dari menara pengawas
dengan baik.
Untuk diketahui, ponsel tidak hanya mengirim dan menerima gelombang radio
melainkan juga meradiasikan tenaga listrik untuk menjangkau BTS (Base
Transceiver Station).
Sebuah ponsel dapat menjangkau BTS yang berjarak 35 kilometer. Artinya, pada
ketinggian 30.000 kaki, sebuah ponsel bisa menjangkau ratusan BTS yang berada
dibawahnya.
(Di Jakarta saja diperkirakan ada sekitar 600 BTS yang semuanya dapat sekaligus
terjangkau oleh sebuah ponsel aktif di pesawat terbang yang sedang bergerak di
atas Jakarta ).
Sebagai mahluk modern, sebaiknya kita ingat bahwa pelanggaran hukum adalah
juga pelanggaran etika. Tidakkah kita malu dianggap sebagai orang yang tidak
peduli akan keselamatan orang lain, melanggar hukum, dan sekaligus tidak tahu
tata krama?
Sekiranya bila kita naik pesawat, bersabarlah sebentar. Semua orang tahu kita
memiliki ponsel. Semua orang tahu kita sedang bergegas. Semua orang tahu kita
orang penting. Tetapi, demi keselamatan sesama, dan demi sopan santun
menghargai sesama, janganlah mengaktifkan ponsel selama di dalam pesawat
terbang.
Semoga suatu hari rakyat kita bisa sedikit lebih pintar
__
__,_._,___
---------------------------------
The fish are biting.
Get more visitors on your site using Yahoo! Search Marketing.
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "Sekolah Tinggi Ilmu
Ekonomi YKPN Yogyakarta" Google Groups.
Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke [email protected]
Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di
http://groups.google.com/group/stieykpn?hl=id
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---