---------- Forwarded message ----------
From: Liz <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 2008/5/16
Subject: [MC-ers] (numpang kasi info) fw : BBM satu analisa oleh Kwik Kian Gie
To: [EMAIL PROTECTED]



Subsidi BBM Bukan Pengeluaran Uang. Uangnya Dilarikan Kemana?
Jumat, 11 April 08

Dengan melonjaknya harga minyak mentah di pasaran dunia sampai di 
atas US$ 100 per barrel, DPR dan Pemerintah menyepakati mengubah pos 
subsidi BBM dengan jumlah Rp. 153 trilyun. Artinya Pemerintah sudah 
mendapat persetujuan DPR mengeluarkan uang tunai sebesar Rp. 153 
trilyun tersebut untuk dipakai sebagai subsidi dari kerugian 
Pertamina qq. Pemerintah. Jadi akan ada uang yang dikeluarkan?

Saya sudah sangat bosan mengemukakan pendapat saya bahwa 
kata "subsidi BBM" itu tidak sama dengan adanya uang tunai yang 
dikeluarkan. Maka kalau DPR memperbolehkan Pemerintah mengeluarkan 
uang sampai jumlah yang begitu besarnya, uangnya dilarikan ke mana?

Dengan asumsi-asumsi untuk mendapat pengertian yang jelas, atas 
dasar asumsi-asumsi, pengertian subsidi adalah sebagai berikut.

Harga minyak mentah US$ 100 per barrel.
Karena 1 barrel = 159 liter, maka harga minyak mentah per liter US $ 
100 : 159 = US$ 0,63. Kalau kita ambil US$ 1 = Rp. 10.000, harga 
minyak mentah menjadi Rp. 6.300 per liter.

Untuk memproses minyak mentah sampai menjadi bensin premium kita 
anggap dibutuhkan biaya sebesar US$ 10 per barrel atau Rp. 630 per 
liter. Kalau ini ditambahkan, harga pokok bensin premium per 
liternya sama dengan Rp. 6.300 + Rp. 630 = Rp. 6.930. Dijualnya 
dengan harga Rp. 4.500. Maka rugi Rp. 2.430 per liternya. Jadi perlu 
subsidi.

Alur pikir ini benar. Yang tidak benar ialah bahwa minyak mentah 
yang ada di bawah perut bumi Indonesia yang miliknya bangsa 
Indonesia dianggap harus dibeli dengan harga di pasaran dunia yang 
US$ 100 per barrel. Padahal tidak. Buat minyak mentah yang ada di 
dalam perut bumi Indonesia , Pemerintah dan Pertamina kan tidak 
perlu membelinya? Memang ada yang menjadi milik perusahaan minyak 
asing dalam rangka kontrak bagi hasil. Tetapi buat yang menjadi hak 
bangsa Indonesia , minyak mentah itu tidak perlu dibayar. Tidak 
perlu ada uang tunai yang harus dikeluarkan. Sebaliknya, Pemerintah 
kelebihan uang tunai.

Memang konsumsi lebih besar dari produksi sehingga kekurangannya 
harus diimpor dengan harga di pasar internasional yang mahal, yang 
dalam tulisan ini dianggap saja US$ 100 per barrel.

Data yang selengkapnya dan sebenarnya sangat sulit atau bahkan tidak 
mungkin diperoleh. Maka sekedar untuk mempertanyakan apakah memang 
ada uang yang harus dikeluarkan untuk subsidi atau tidak, saya 
membuat perhitungan seperti Tabel terlampir.

Nah kalau perhitungan ini benar, ke mana kelebihan yang Rp. 35 
trilyun ini, dan ke mana uang yang masih akan dikeluarkan untuk apa 
yang dinamakan subsidi sebesar Rp. 153 trilyun itu?

Seperti terlihat dalam Tabel perhitungan, uangnya yang keluar tidak 
ada. Sebaliknya, yang ada kelebihan uang sebesar Rp. 35,31 trilyun.

PERHITUNGAN ARUS KELUAR MASUKNYA UANG TUNAI
TENTANG BBM (Harga minyak mentah 100 doll. AS)

DATA DAN ASUMSI

Produksi : 1 juta barrel per hari

70 % dari produksi menjadi BBM hak bangsa Indonesia
Konsumsi 60 juta kiloliter per tahun
Biaya lifting, pengilangan dan pengangkutan US $ 10 per barrel
1 US $ = Rp. 10.000
Harga Minyak Mentah di pasar internasional Rp. US $ 100 per barrel
1 barrel = 159 liter
Dasar perhitungan : Bensin Premium dengan harga jual Rp. 4.500 per 
liter

PERHITUNGAN

Produksi dalam liter per tahun : 70 % x (1,000.000 x 159 ) x 365 = 
40,624,500,000
Konsumsi dalam liter per tahun 60,000,000,000
Kekurangan yang harus diimpor dalam liter per tahun 19,375,500,000
Rupiah yang harus dikeluarkan untuk impor ini
(19,375,500, 000 : 159) x 100 x 10.000 121,900,000, 000,000
Kelebihan uang dalam rupiah dari produksi dalam negeri
40,624,500,000 x Rp. 3.870 157,216,815, 000,000
Walaupun harus impor dengan harga US$ 100 per barrel
Pemerintah masih kelebihan uang tunai sebesar 35,316,815,000, 000

Perhitungan kelebihan penerimaan uang untuk setiap
liter bensin premium yang dijual,
Harga Bensin Premium per liter (dalam rupiah) 4,500 
Biaya lifting, pengilangan dan transportasi
US $ 10 per barrel atau per liter :
(10 x 10.000) : 159 = Rp. 630 (dibulatkan) 630 
Kelebihan uang per liter 3,870 

Oleh Kwik Kian Gie 






__._,_.___ 
Messages in this topic (1) Reply (via web post) | Start a new topic 
Messages 
Jangan Ngomong MARKETING kalau belum baca MAJALAH MARKETING !!! 
 
Change settings via the Web (Yahoo! ID required) 
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to 
Traditional 
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe Recent Activity
  a..  61New Members
Visit Your Group 
Biz Resources
Y! Small Business

Articles, tools,

forms, and more.

Yahoo! Green
Get things and

get things for free.

Find out how.

Learn to live
a full life with these

healthy living

groups on Yahoo!
. 
__,_._,___ 



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "Sekolah Tinggi Ilmu 
Ekonomi YKPN Yogyakarta" Google Groups.
 Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke [email protected]
 Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
 Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di 
http://groups.google.com/group/stieykpn?hl=id
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke