TILANGWaktu malem mingguan si Udin yang baru saja beli motor ngebut-ngebutandi jalan Sudirman sama-sama teman-temannya, sialnya pada waktu itu jalanSudirman sedang di razia, sialnya lagi si Udin sendiri yang kecidukPolisi, teman-teman yang lainya pada kabur semua.Polisi : "Maaf, di di jalan ini batas kecepatan hanya 60km/jam koksaudara melewati sampe 120km/jam??? "Udin : "Yahhh saya sekedar ngabisin bensin aja pak!!!!Polisi : "Oh begitu, kalo begitu saudara saya tilang, karena ngebutmelewati batas kecepatan."Udin : "Loh pak kok tilangnya mahal amatttttt??? ???"Polisi : "Yahhhh, saya hanya mengabiskan tinta pena saja!!!!"KEJUJURAN POLITIKUSRombangan bus politikus berkunjung kedaerah terpencil untuk kampanyePilkada. Jalan menuju daerah berliku-liku dan penuh jurang. Setelahmengadakan kampanye rombongan tersebut pulang ke kota namun naas,ditengah jalan mobil tersebut masuk jurang. Beberapa penduduk segeramenolong mereka dengan menguburkan para penumpang bus ditempat itu juga.Sehari kemudian polisi datang ketempat kejadian lalu menanyakan ke parapenduduk setempat. Polisi: kemarin ada kecelakaan bus rombonganpolitikus, bagaimana dengan penumpangnya, apakah masih ada yang hidup?Penduduk: iya kemarin sih ada beberapa penumpang yang merintih: tolooongsaya pak, saya masih hiduuup. Polisi: lalu kemana penumpang yang hidupitu sekarang? Penduduk: sudah kita kubur, bapak kan tau sendirikejujuran politikus. Bilangnya A tapi nyatanya B. Paling mereka kemarinngaku hidup, padahal sih sebenarnya sudah mati. Jadi kita kubur saja!OKBSi Waen dapet undian uang senilai ratusan juta, karena ingin bergaya iamakan direstoran barat yang dipenuhi oleh bule-bule Pelayan: please(sambil menyodorkan daftar menu). Waen: wah gawat daftar menunya bahasaasing nih, ah udah ah maen tunjuk aja. sambil menunjuk salah satu menu.Pelayan: OK! tak lama kemudian pelayan datang sambil membawa semangkukacar. Waen: waduhh, ternyata acar. (bisiknya dalam hati). demi menjagagengsi diabisin deh 1 mangkuk acar. setelah habis ia melihat buledisebelahnya yang asik makan bistik. Waen: sebetulnya gue pengen cobaitu daging, tapi namanya apa ya? mau nanya nggak bisa bahasa inggris, ahtunggu aja. Tidak lama kemudian si bule berteriak kearah pelayan:please, again!. Dateng deh pelayan membawa sepiring bistik lagi. Waen:oh itu tho namanya. kemudian si Waen berteriak juga plis egen...... Bis Bertingkat Yang MenyeramkanMalam ini udara dingin sekali. Dua hari lagi hari raya Imlek akan tiba.Vivin yang sedang berdiri di halte, mengusap-usap telapaktangannya untuk mengusir dingin. Sayup-sayup terdengar suara burunghantu di kejauhan.Vivinmengutuk bossnya dalam hati, karena memaksanya berangkat pada jamyang sangat tidak menyenangkan ini. Vivin ditugaskan untuk mengantarkansebuah paket ke sebuah gudang tua di ujung kota. Perjalanan ke sanamemerlukan waktu sekitar setengah jam, dan satu-satunya jenisangkutan umum yang tersedia adalah bis bertingkat yang sudah tua danjalannya lambat.Setelah menunggu lama, akhirnya bis itu muncul. Vivin pun naik. Hanyaada beberapa penumpang saja yang terlihat. Vivin terus melangkah menujutangga karena dia memutuskan untuk duduk di tingkat atas saja. Tetapilangkahnya dihentikan oleh seorang nenek keriput yang duduk di dekattangga.Nenek itu berkata,"Jangan naik ke atas, nak. Di atas berbahaya.". Vivinterkejut. Dia pernah mendengar kisah-kisah menyeramkan tentangbis bertingkat seperti yang pernah diceritakan teman-temannya. Karenamerasa ngeri, Vivin pun mengurungkan niatnya untuk naik keatas. Setelah memilih sebuah bangku yang agak jauh, Vivin duduk sambilmembayangkan hal-hal yang mengerikan yang mungkin terjadi.Perjalanan 30 menit yang menegangkan itu pun akhirnya dapat dilalui.Vivin telah sampai di tempat tujuannya, ketika bis bertingkat ituberhenti di sebuah halte. Vivin turun sambil menarik nafas lega,sementara bisitu kembali melanjutkan perjalanannya. Keesokan malamnya, satu malamsebelum malam Imlek, Vivin kembali ditugaskan bossnya untuk mengantarkansebuah paket lagi ke gudang yang sama. Vivin pun kembali berangkatmenuju halte. Bis yang sama dengan bis yang kemarinmuncul lagi. Vivin naik. Penumpang bis yang terlihat hanya beberapaorang saja.Vivin lalu berjalan menuju tangga. Tetapi di sana Vivin kembalidihentikan oleh seorang nenek keriput yang duduk di dekat tangga. Nenekyang sama dengan yang kemarin. Nenek itu berkata,"Jangan naik ke atas,nak. Di atas berbahaya.". Vivin teringat dengan pengalamannya kemarin.Ia merasa takut dan memilih untuk duduk di sebuah bangku yang agak jauhdari tangga. Setelah 30 menit, bis bertingkat itu akhirnya berhenti dihalte tempattujuan Vivin. Vivin turun dengan perasaan lega. Dan bis itu punmelanjutkan perjalanan kembali. Keesokan harinya, tepat pada malam Imlek, Vivin kembali diberi tugasoleh bossnya untuk mengantarkan sebuah paket lagi ke gudang yang samadengan sebelumnya. Vivin menunggu bis di halte sambil melihat kesekelillingnya. Suasana kota terlihat meriah. Lampion dan hiasanberwarna warni menghiasi sudut-sudut jalan. Ketika bis bertingkat yangditunggunya datang, Vivin naik. Bis itu adalah bis yang sama dengan yangkemarin. Vivin melihat ke arah bangku di dekat tangga, dan benar saja,nenek yang sama dengan yang kemarin terlihat duduk di situ. Vivin lalumendekati nenek keriput itu. Sebelum nenek itu berkata apa-apa, Vivinmendahuluinya, "Nek, apapun yang akan Nenek katakan, saya tetap akannaik dan duduk di atas. Malam ini adalah malam Imlek dan suasana kotabegitu meriahnya, saya tidak takut akan sesuatupun." . Tanpa menunggujawaban apa-apa dari nenek tua itu, Vivin lalu naik ke atas. Tidak ada penumpang satu orang pun di atas. Vivin memilih untuk duduk didekat jendela, dan menunggu dengan perasaan tegang. Tetapi hingga 30menit berlalu, tidak terjadi apa-apa. Akhirnya Vivin sampai di tempattujuan, dan bis itu berhenti di sebuah halte. Vivin turun dari tingkatatas dan mencari si nenek keriput di dekat tangga. Setelah bertemu, laluVivin bertanya, "Nek, kenapa sih, Nenek melarang penumpang untuk naik keatas? Saya sudah mencoba sendiri, ternyata di atas tidak ada apa-apayang membahayakan. Sebenarnya ada apa sih, nek?"Sambil menunjukkan jarinya ke atas, nenek keriput itu menjawab, "Diatasberbahaya, nak. Tidak ada supirnya.".Have a nice Week End......
Best Regards wawan samarinda _________________________________________________________________ NEW! Get Windows Live FREE. http://www.get.live.com/wl/all --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN Yogyakarta" Google Groups. Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke [email protected] Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/stieykpn?hl=id -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
