her keren tuh gara2 ente milisnya jd rame misi complete sedikit comment lagian itu pendapat heri ttg BBM walapun istilahnya COPAS ya inilah demokrasi sapa pun boleh mengkritik atw berpendapat klo beberapa temen merssa pendapat herry kurang enak di baca or didengar di kuping ya jgn dibca or di denger semua juga khan bagian demokrasi demi almamater
hidup STIE YKPN eko_104 bkn siapa2 dan newbie On 6 Jun, 06:49, Dian M Prabowo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > ... > > baca lainnya ยป > > Check dulu kebenarannya tuh.. > Sejak UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transakai Elektronik) dikeluarin, > email maupun mailing list udah bisa jadi alat bukti di pengadilan. ati-ati > nulis sesuatu !!! > > > pesen buat kita semua > ojo sok keminter tur kebablasen, iso kualat karo omongane (tulisan) dewe > > > > Dian M Prabowo > > 021-32782787 > [EMAIL PROTECTED] > [EMAIL PROTECTED] > > > --- On Thu, 6/5/08, Iwan Tarigan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > From: Iwan Tarigan <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: [STIE YKPN Mailing List] Re: LIAT !, BACA !!, terus TAMPAR TUCH MUKA > !!! > To: [email protected] > Date: Thursday, June 5, 2008, 11:23 AM > > Wiss to albert ojo emosi...wis tuo sabar yahhh .... > > > Iwan Tarigan > > > On 6/5/08, Riski Prasetyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > tidak berpendapat adalah pilihan.... "no coment" > > vero dw <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Salam hormat buat guru2 di STIE YKPN .... > Setuju dg Mr Wing .... > STIE YKPN bukan menciptakan "bocah" kampus yang terlalu bangga dengan > "kesarjanaa"nya ..., tapi lebih ke arah kampus adalah media untuk > bersosialisasi ..., bagaimana kita menghargai orang lain tanpa harus > "menyakiti" orang lain (hikssss) > klo ada pertanyaan mengenai kualitas.... , tolok ukurnya yg seperti apa dulu > ..., NAIF banget klo kualitas cuma dilihat dari "seberapa keras orang teriak > ..." , apa gak malu2in tuh "teriak sendirian" pada saat orang lain udah > "bosen" dengan permasalahan yang ada.... > sorry gue lupa (and gk minat tau) nama orang yg ngngkat kasus ini pertama > kali ..., menurut saya kenapa Anda gak curahkan energi Anda ke arah yg lebih > positif ...misalnya Ikut demo ...yah sapa tau bisa jadi mentri .... atauuuuuu > jadi ...... presiden..., tapi setahu saya itulah bedanya orang pintar dan > orang "lupa" ...., orang pintar tahu masalah yang akan terjadi ..., orang > "lupa" ... telat ingetnya (loh kokkkk???) yah begitu deh ... > Pokoknya Enjoy aja mas....., salah ikut milis tuhhhh ??? idup udah susah kok > bikin susah > OK, temen2 setanah air ...tetep kompak & manis2 aja ..., salam buat > kawan2 93/94 ...Aritonang CS.. (HMJA ...) , Wiwit (HMJM sorry dulu sering > ngisengin ...eit bini gue alumni sekeretaris HMJM lohhh), albert (pernah > mogok makan ama rombongan pamujo & andre jurnalistik ...) .., temen2 KTP > (Seno CS ...kapan manggung meneh) , Hendro & Perek (generasi punk tua > ...idup bro) ...semuanya > Buat bapak2 dosen ...makasih buat semuanya ! yang selalu bikin gue selalu > jadi orang "inget" > > love > > Vero Deswanto (alumni 94) > > > > > > ----- Original Message ---- > From: lisa tio <[EMAIL PROTECTED]> > To: [email protected] > Sent: Monday, May 26, 2008 1:48:00 PM > Subject: [STIE YKPN Mailing List] Re: LIAT !, BACA !!, terus TAMPAR TUCH MUKA > !!! > > Pak Wing Wrote "saya dapet seperti yang Anda posting dalam format yang > lebih bagus dan rapi lho. Mau tak kirimi?)." > Pak Wing saya mau baca yang rapi, bacanya jadi lebih enak > > > Wing Wahyu Winarno <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Udah to, jangan ngitung2 dosen yang ikut milis dan menilai dosen yang bicara > soal BBM. Saya nulis sudah lama di blog saya, silakan dibaca di sana. Bahkan > tidak hanya soal BBM, tetapi soal memperbaiki berbagai bidang di negara ini. > Postingan Anda ini juga bukan postingan baru di dunia milis, jadi tidak > begitu mengejutkan. > > Kalau Anda punya pendapat, sampaikan saja dengan cara yang baik. Kalau Anda > tidak punya pendapat, tidak usah menyalahkan orang lain (kan mestinya > salahkan dulu Anda sendiri, kenapa tidak berpendapat?). Apalagi dengan > mengirim pendapat orang lain (dari milis lain, saya dapet seperti yang Anda > posting dalam format yang lebih bagus dan rapi lho. Mau tak kirimi?). > > Orang ikut milis ini (dan juga milis lain di seluruh dunia), tidak ada > keharusan ikut2an posting. Dan peserta yang tidak mengirim posting, bukan > berarti dia tidak tahu apa-apa, karena posting atau tidak (bahkan membaca isi > postingan), adalah hak (diatur konstitusi lho). Sebaliknya, peserta yang suka > posting, juga tidak berarti dia tahu banyak hal lho. Bener nggak? > > So, serve yourself. If you like joining this mail list, enjoy and be > happy with it. If you don't, U know what to do... gitu lah kira2. > > WWWhttp://maswing.wordpress.com--> banyak ide tuh di sini, coba Anda > tanggapi, pilih yang Anda suka dan bisa > :-)http://hobifilateli.wordpress.com--> mengisi kegiatan remaja setanah > airhttp://sepedakreatif.wordpress.com--> wah, jelas solusi bagus utk BBM > yang mahal (BBM = bola bali mundak)http://bmwcciyogya.wordpress.com--> ada > dosen+mhs STIE YKPN di sana > (masih ada blog-blog saya yang lain lah) > > > > On Sun, May 25, 2008 at 10:11 AM, Hery Khan 6868 <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > Tidak ada subsidi BBM ! > Itu penipuan massal untuk menguras uang rakyat > Kwik Kian Gie: > > Tak ada subsidi BBM. > Pemerintah mengambil minyak bumi milik rakyat secara gratis dengan biaya > hanya US$ 10/barrel. > Tapi karena hanya bisa menjualnya seharga US$ 77/barrel pemerintah merasa > rugi jika harga minyak Internasional lebih dari harga itu. > > Tapi Indonesia kan Impor ? > > Kebutuhan Produksi Impor > 1,2 juta 1 juta 0,2 juta > * Indonesia tidak 100% impor! > * Kebutuhan BBM Indonesia 1,2 juta bph. > * Produksi 1 juta bph (dgn biaya < US$ 15/brl) > * Harusnya impor hanya 0,2 juta bph dengan biaya Harga > Internasional+US$15/barrel > > Apa hitungannya ? > > Biaya $/brl Jual $/brl Untung Kuantitas Untung/hari > Produksi 15 77 62 1.000.000 62.000.000 > Impor 140 77 (63) 200.000 (12.600.000) > Untung 49.400.000 > Jika harga minyak Internasional US$ 125/barrel dan biaya US$ 15/barrel serta > impor 200 ribu bph maka pemerintah Indonesia dengan harga Rp 4.500/liter (US$ > 77/brl) untung US$ 49,4 juta per hari atau Rp 165,8 Trilyun dalam setahun > ([EMAIL PROTECTED] 9.200). > Pemerintah Untung Rp 165,8 Trilyun! > Bohong besar jika bilang Pemerintah rugi Rp 123 Trilyun ! > > Perbandingan harga bensin > > Indonesia: Premium Rp 4.500/ltr, Pertamax Rp 8.700/ltr > > Negara US$/Ltr Rp/Ltr Populasi GNP/Kapita > Jepang 1,01 9.292 128.000.000 34.180 > AS 0,92 8.464 296.000.000 37.870 > Cina 0,64 5.888 1.300.000.000 1.100 > Malaysia 0,53 4.876 24.000.000 3.880 > Indonesia 0,49 4.500 220.000.000 810 > Mesir 0,25 2.300 78.000.000 1.390 > Kuwait 0,21 1.932 2.400.000 17.960 > Saudi Arabia 0,12 1.104 27.000.000 9.240 > Nigeria 0,10 920 129.000.000 350 > Iran 0,09 828 68.000.000 2.010 > Turkmenistan 0,08 736 5.000.000 1.120 > Venezuela 0,05 460 26.000.000 3.490 > > Indonesia boros BBM ? > Negara Ranking Konsumsi GNP/Kapita > Indonesia 116 1,7 810 > Namibia 98 2,6 1.930 > Botswana 87 3,7 3.530 > Malaysia 47 7,8 3.880 > Jerman 36 12,4 25.270 > Jepang 23 15,6 34.180 > AS 7 25,8 37.870 > Singapura 1 59, 5 21. 230 > Konsumsi BBM Indonesia di urutan 116 di bawah negara Afrika seperti Botswana > dan Namibia. > Jika pabrik dan perusahaan ditutup akan lebih rendah lagi. > > Pemakai BBM hanya orang kaya ? > Yang berkata itu tak tahu BBM dipakai orang miskin seperti: Supir Bis, > Metromini, Mikrolet Supir Truk pengangkut barang Para nelayan > Penumpang angkot (bukan orang kaya) jika BBM naik pasti menderita karena > tarif angkot naik > Jika BBM naik, harga barang naik karena didistribusikan dengan Truk/BBM. > Rakyat miskin menderita > Jumlah pemilik mobil mewah < 5% (<10 juta) ! > > BLT untuk orang miskin ? > Pada kenaikan BBM sebesar 125% tahun 2005 tidak semua orang miskin kebagian. > Tahun ini hanya 18 juta. <30% dari 62 juta rakyat miskin Absolut versi > Bank Dunia > BLT 2005 hanya berjalan 1 tahun > Setelah kenaikan BBM seluruh harga barang naik > Jumlah Korban Busung Lapar/Kurang Gizi 5 juta orang > Korban Tewas busung lapar jatuh di Aceh, NTT, Sulsel, dan Papua > Versi Miskin Pemerintah: US$ 0,6/hari. Dunia: US$ 1/hari > > Energi Indonesia untuk siapa ? > Indonesia ekspor 70% batubara ke luar negeri > Indonesia pengekspor LNG terbesar di dunIia > Indonesia ekspor 500 ribu bph minyak > Sementara listrik sering padam, rakyat antri gas, minyak tanah dan bensin. > Energi Indonesia untuk siapa? (Kompas) > Jika energi diprioritaskan untuk dalam negeri dan Pembangkit listrik PLN yang > memakai BBM dialihkan ke PLTA, PLTG, atau batubara, maka Indonesia tak perlu > impor BBM sama sekali. > Indonesia butuh pemimpin cerdas! > 90% minyak Indonesia dikelola perusahaan asing! > > Perusahaan Asing Kaya, Indonesia Miskin > Keuntungan Perusahaan Migas yang beroperasi di Indonesia, Exxon Mobil tahun > 2007 sebesar US$ 40,6 milyar (Rp 373 trilyun) dari pendapatan US$ 114,9 > milyar (RP 1.057 trilyun -CNN). > Bagi hasil migas sebesar 85:15 untuk pemerintah dan perusahaan asing baru > dilakukan setelah dipotong "Cost Recovery" yang besarnya ditetapkan > perusahaan asing. Jika tidak tersisa, Indonesia tidak dapat. > Di Blok Natuna setelah dipotong Cost Recovery Indonesia dapat 0 dan Exxon > 100% (Kompas, 13 Oktober 2006) Transparansi International Indonesia menemukan > biaya senang-senang main golf dimasukkan dalam Cost Recovery > (DetikFinance.com) > > Solusi Pro Rakyat > Kenakan PPN 20% untuk Pertamax. Pajak masuk negara. > Kenaikan harga BBM masuk ke perusahaan minyak. > Menaikkan harga Premium menyusahkan rakyat kecil dan menguntungkan perusahaan > minyak > Kendaraan pribadi harus beli Pertamax > Premium hanya boleh dibeli angkutan umum > Jika pemerintah tidak bisa mengawasi ribuan pom bensin, apalagi penyaluran > BLT ke puluhan juta rakyat > Pajak STNK Mobil Mewah 10% dari harga jual > PPN Ekspor 20% untuk Perkebunan (Kelapa Sawit) dan Barang Tambang > Nasionalisasi Perusahaan Minyak Asing di Indonesia > > Tak ada subsidi BBM ! > Stop Penipuan Massal ini! > Berhenti menyengsarakan rakyat > Nabi: Akan datang sesudahku penguasa. Di atas mimbar memberi petunjuk dengan > bijaksana. Tapi bila turun dari mimbar mereka menipu dan mencuri. Hati mereka > lebih- Sembunyikan teks kutipan - > > - Tampilkan teks kutipan - --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN Yogyakarta" Google Groups. Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke [email protected] Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/stieykpn?hl=id -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
