Selamat pagi,

Untuk operasi perusahaan secara keseluruhan sebaiknya dipertimbangkan
pemakaian sofware ERP, spt SAP, BAAN, ORACLE, Syteline, Navision dsb,
seperti yg disarankan pak Wing tadi.

Pemilihan s/w tsb tergantung operasi perusahaan, manufakturing,
trading dll. Biaya implementasi utk 3 ERP pertama memang sangat besar
spt yg disebutkan tadi, tapi utk syteline, navision jauh dibawahnya.
Di kantor sudah pakai Syteline dari th 2001, pemilihan s/w ini krn
sangat kuat di manufakturingnya.

Sorry top quote, ikutan pak Wing.

salam,
Arief Prabowo


Wing Wahyu Winarno wrote:
> Waduh, kaget juga baca e-mail mas Budi, kirain masih berhubungan dengan 
> mas parman, eh, preman, ternyata... tentang program akuntansi.
>  
> Menurut saya, MYOB memang agak ribet, tetapi bukankah akuntansi memang 
> ribet? Hehehe... Tapi bisa dipelajari sebetulnya. Yang saya agak kurang 
> sreg adalah, meskipun kita beli versi aslinya, setiap tahun, kita harus 
> melakukan registrasi ulang secara acak sebanyak 4x (program MYOB akan 
> mengontak sendiri ke kantor pusat MYOB pada saat kita konek Internet).
>  
> Untuk solusi yang sebanding, saya menyarankan program Zahir Accounting 
> (lihat di www.zahiraccounting.com <http://www.zahiraccounting.com/>). 
> Sebagian orang menganggap bahwa Zahir tidak canggih, hanya karena BUATAN 
> ANAK INDONESIA. Saya sedih sekali mendengar pendapat ini. Coba bagi Anda 
> semua yang punya Nokia Communicator (baik 9500 maupun E90), di dalamnya 
> ada software inTouch (bawaan standarnya kan?), itu juga buatan anak2 
> Jakarta. (Tapi, gak ada ding ya yang pakai E90? Hehehe... biarin, saya 
> ledek, biar pada marah... Saya mendukung kemampuan anak-anak negeri 
> sendiri soalnya).
>  
> Kembali ke letop. Mas Budi, sebelum memikirkan software pengganti, saya 
> sarankan apa masalah yang dihadapi sekarang? Dugaan saya, dan ini yang 
> sering terjadi di banyak perusahaan, adalah: ketidakcocokan antara input 
> (transaksi) dan laporan yang dihasilkan, tidak cocok dengan software 
> yang dipakai perusahaan. Jalan keluarnya: pelajari apakah software bisa 
> menghasilkan berbagai dokumen/laporan yang diperlukan. Kalau bisa, 
> barulah disesuaikan (customize). Kalau tidak bisa, barulah perlu dicari 
> software lain yang lebih sesuai.
>  
> Bagaimana kalau tidak ada software yang sesuai? Barulah dipikirkan untuk 
> membangun software sendiri, tetapi biayanya mahal (tidak hanya pembuatan 
> software, tetapi juga pelatihan karyawan, risiko kegagalan, dsb) dan 
> waktunya lama (tidak bisa hanya 1-2 tahun). Kalau mau canggih sekalian, 
> dengan harga sekitar Rp4-5M, perlu dipikirkan aplikasi SAP (tapi ya 
> harus punya SDM yang kuat di bidang IT dan bisnis).
>  
> Saran konkrit saya, pada tahap sekarang, memang diperlukan analisis 
> pihak di luar perusahaan mas Budi untuk membandingkan kebutuhan 
> perusahaan dengan kemampuan software (dan hardware) yang digunakan. Bila 
> masih blm jelas, silakan email ke saya langsung, jangan lewat milis, 
> kasihan teman2. Sedang jawaban ini saya lewatkan milis, siapa tahu ada 
> teman2 lain yang mengalami masalah yang sedang dihadapi Mas Budi.
>  

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "Sekolah Tinggi Ilmu 
Ekonomi YKPN Yogyakarta" Google Groups.
 Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke [email protected]
 Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
 Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di 
http://groups.google.com/group/stieykpn?hl=id
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke