Mungkin di Australia, ROI (Return On Investment) teknologi AMPS udah lama
kelewatan, jadi kalo ada teknologi baru dan investasinya cukup dengan
keuntungan dari penerapan teknologi terdahulu, kenapa tidak? Siklus ini
kelihatannya akan terus berputar dan inilah yang membuat perkembangan
teknologi dan inovasinya terus berputar dan 'competitive'. Hikmahnya sih
barangkali kita harus lebih berorientasi ke ROI terhadap berbagai penerapan
teknologi, artinya kita akan selalu memilih teknologi yang menguntungkan dan
mengembangkan teknologi yang akan menguntungkan kehidupan khalayak.
Comments are very wellcome.
Ato Riyanto
R&D Division, PT.TELKOM INDONESIA
phone: (+62 22) 4571221
fax: (+62 22) 214415
post: Geger Kalong Hilir, 47 Bandung 40152
-----Original Message-----
From: Haminullah <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Tuesday, March 23, 1999 11:50 PM
Subject: [stttelkom] Nasib AMPS
"Pada tanggal 30 juni 2000 nanti Pemerintah Australia akan menutup sekitar
135 base station regional untuk jaringan AMPS . Menyususl pada tanggal 31
Desember 2000 dengan 130 base station" (GLOBAL WIRELESS)
Wah..... AMPS kayaknya bakal dibasmi di Australia nih, padahal teknologi ini
pernah mendominasi Jaringan seluler di sana. Ehhhh.., banyak juga lho yang
nggak setuju. Apa perubahan teknologi harus dipaksakan ???? Terus bagaimana
dengan calon penggantinya (CDMA)?????? Dia kan belum teruji handal banget.
Nanti kalo jelek gimana ???? Kasihan pelanggan..................
Terus kalo ada teknologi baru lagi ????? Apa yang lama akan dicopot lagi
????
Pusing Ahhhhh.....
Semoga Ini nggak terjadi di Indonesia.