pertama salah sekali kalo orang indonesia make seluler hanya untuk ngobrol.
sistem cdmaOne mampu digunakan untuk layanan Internet, email dan ftp.
kecenderungan masa depan adalah wireless data. dan satu - satunya sistem
wireless generasi kedua stengah (hingga saat) hanyalah sistem cdmaOne yang
tercepat. meskipun sebentar lagi akan disusul oleh gsm dengan hscsd-nanti.
sekarang ini gsm = 9,6 kbps sedangkan cdmaOne = 14.4 kbps. tetapi merupakan
pipa yang ditawarkan oleh infrastruktur kanal masing 2 sistem seluler tsb.
throughput - nya sih masih tergantung jaringan lain mendukungnya.
mas kalau BW 1,25 MHz itu tidak hanya untuk satu kanal pembicaraan saja
lho. tapi bisa menampung hingga 37 kanal pembicaraan pada saat bersamaan
dengan kecepatan full-rate 8 kbps. apalagi bila aktifitas pembicaraannya
rendah bisa 42-44 kanal simultan.
it's about three times more capacity than ever GSM's capacity. sedangkan
MOS (parameter kualitas suara) untuk gsm sekitar 2-3 dan cdmaOne 3,64.
untuk sistem telepon biasa hingga 5. makin besar MOS makin bagus kualitas
suaranya.
kalau kita bicara masalah teknologi, saya pikir kita tidak terlepas dari
masalah kualitas layanan dan efisiensi.
boleh dibilang cdma memang lebih mahal dari gsm. selain itu world wide
sistemnya juga masih kalah dari gsm. tapi point kita di sini adalah
memberikan masukan dan rekomendasi akan pemilihan teknologi yang tepat
guna.
On Thursday, March 25, 1999 1:19 PM, B. Dinarto
[SMTP:[EMAIL PROTECTED]] wrote:
> Memang Boleh jadi CDMA paling bagus saat ini. Namun jangan dilupakan
adanya kebutuhan pelanggan yang utama, khususnya di Indonesia, adalah --
cukup untuk ngobrol !!. Jadi apalah artinya bandwidth selebar 1,25 MHz jika
hanya digunakan untuk .... NGOBROL saja. Sudah untung kalau ada yang
menggunakan untuk aplikasi "Multimedia Comm." Namun ingat, konsumen
Indonesia masih "Cost Sensitive" bagi aplikasi lainnya. untuk teknologi gsm
yang mampu melewatkan komunikasi data dengan 9,6 kbps saja terlalu sedikit
orang yang memanfaatkan keunggulaan tersebut. Benar atau benar ?.
>
> Jadi, seperti yang pernah dikatakan oleh Bapak Taufik Hasan di seminar
21st Wireless Comm. yang lalu, janganlah kita terjebak dengan apa yang
dinamakan "Engineer's Toys". Kemudian memaksakan kehendak agar masyarakat
menuju ke arah dimana mainan kita berjalan. Biarlah ada pilihan yang
bersaing secara bebas dan "jurdil".
>
> Kalau memang kita para insinyur tetap ingin mendapat kerja (+proyek dan
dhuwit) maka bermain-mainlah dengan nurani teknik yang berani mengatakan
dengan jujur kekurangan dan kelebihan "mainan" kita.
>
> Dinarto
>
> *********** REPLY SEPARATOR ***********
>
> On 23-3-99, at 13.57, Arief Rakhmatsyah wrote:
>
> >CDMA memang disebut-sebut sebagai masterpiecenya teknologi wireless.
Artikel
> >CDMA vs GSM (terjemahan dari Qualcomm) bisa dilihat di
> >http://intra.telkom.co.id/koin/november98/teknologi/cdma&gsm.asp .
> >
> >Arief
> >
> >
> >-----Original Message-----
> >From: Haminullah <[EMAIL PROTECTED]>
> >To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
> >Date: Selasa, 23 Maret 1999 9:57
> >Subject: [stttelkom] Nasib AMPS