Ass.Wr.Wb Bapak-bapak dan rekan-rekan peserta milist ini... Sekali lagi sebagai masukan atas e-mail - e-mail dari sdr kita Iwan Zainuri yang dasarnya adalah menjadikan track record personal tertentu untuk dijadikan justifikasi atas apa yang dilakukan Wirasada saat ini dan masa depan dan selanjutnya di-vonis salah oleh-nya... sudah merupakan tradisi sdr kita Iwan (iyakan Wan !). Kasus-kasus yang dibesar-besarkan olehnya dan disebar kemana-mana sepertinya memang sebagai langkah menjegal aktivitas-aktivitas yang kami lakukan ... herannya dalam penulisan dia tidak menceritakan segala pertanggungjawaban yang sudah dilakukan (baik di RAT kopma maupun pertanggungjawaban SEMA). Sudah menjadi tradisi sdr Iwan Z 'memanaskan' suasana dengan tuduhan-tuduhan tak terbuktinya, dalam kasus di Kopma misalnya (kebetulan saya aktifnya di Kopma, dan nggak begitu berperan di SEMA); pada RAT 1996-1997 (pertanggungjawaban kepengurusannya Halik cs / aku rek); terdapat beberapa tuduhan-tuduhan yang dilemparkan kedalam forum RAT (sekali lagi yang dihadiri anggota-anggota Kopma dan otomatis mencemarkan Wirasada karena sdr kita Iwan Z ini relatif pintar membahasakan tuduhan personal menjadi pencemaran organisasi kami... sampai sekarang masih dilakukan... ); beberapa tuduhan yang penting antara lain : 1. sdr Iwan Z menuduh bahwa telpon yang dipasang di Asrama Putra C303 menggunakan dana kopma untuk pembayaran rekeningnya (plus kemungkinan-kemungkinan lain yang imajinasi-kan sendiri olehnya) yang kemudian dengan ilmu intelejennya yang lumayan provokatif melakukan penyelidikan dari studi data sekunder wartel kopma... (kebetulan dia punya akses untuk itu lewat mandat RAT apalagi dia sebagai formatur yang belakangan menjadi pengurus ... lalu keluar dari kepengurusan ... karena alasan... ha..ha..ha.. baca deh pada edisi 2 tentang Wartelposnet). Hasil studi tersebut menghasilkan kesimpulan NOOOLL BESAR; yang herannya dia tidak melakukan klarifikasi (Publikasi) atas tuduhan yang mencemarkan tersebut kepada anggota Kopma peserta RAT (minimal) dan lingkungan kampus (yang otomatis juga menjadi tahu issue ini). Dalam RAT kopma 1997-1998 yaitu pertanggungjawabannya kepengurusan sdr. Thamrul dkk, kami hadir selaku anggota yang care Kopma dengan salah satu maksud mendengarkan hasil investigasi sdr. Iwan Z (karena memang direkomendasikan oleh RAT 1996-1997). Ternyata TIDAK ADA laporan sama sekali ... sengaja dibuat ngambang ... dan tentu saja dalam RAT kami bersuara agar dilakukan klarifikasi ... (tanyakan pada peserta RAT yang lain deh benar apa nggak - tepatnya pada sesi RAT malam hari )... sampai hari ini tidak dilakukan klarifikasi ... (modus operandi serupa juga terjadi pada laporan PIKIT-SEMA... tidak ada klarifikasi akhir atas tuduhan yang di-promotorinya). Informasi tambahan dalam RAT-RAT sebelumnya sdr kita Iwan Z hadir dan super-aktif; tetapi dalam RAT 1997-1998 dia hanya hadir sebentar (pada sesi awal bukan pada sesi pertanggungjawaban pengurus), mengapa demikian ... ternyata dia punya beberapa kasus alias aib sendiri ... ha..ha..ha.. tetapi saya dosa untuk membeberkannya dan tidak proporsional untuk forum ini, jadi yang saya tuliskan insya allah yang proporsional sesuai tuduhan-tuduhannya pada mailist ini... OK ! 2. Dalam kepengurusan RAT 1997-1998 sdr kita Iwan Z masuk didalamnya dan hanya bertahan beberapa waktu (nggak kuat jadi pengurus kopma) ... nah dalam masa kepengurusannya dia mengembangkan doktrin alias komunikasi permusuhan terhadap Wirasada di internal kepengurusan ... (hal ini saya ketahui sendiri dari pengurus inti kopma saat itu yang nggak tahan dan memilih keluar tetapi kemudian dalam kepengurusan kopma 1998-1999 dia kembali lagi terpilih menjadi pengurus inti kopma)... sehingga boleh dikatakan targetnya dalam kepengurusan tersebut adalah menanamkan doktrin permusuhan pengurus kopma dengan Wirasada ... mengapa ini dilakukan ? karena dia sadar betul bahwa organisasi Wirasada adalah organisasi yang terbuka yang dalam milestone-nya adalah wadah mantan pengurus kopma yang ingin berkembang lebih kongkrit pada lingkungan dan tantangan yang lebih luas. Kami memang selalu mengajak dan membuka pintu lebar-lebar bagi rekan-rekan mantan pengurus kopma untuk bergabung ... (bahkan dulunya ada klaim bahwa Wirasada memang wadah ex pengurus kopma). Nah... sepertinya rantai ini yang ingin diputuskan oleh sdr Iwan Z dengan bahasa-bahasa busuknya itu ... 3. Selanjutnya masih dalam forum RAT 1996-1997, sdr. kita Iwan Z berhasil 'mengobok-ngobok' dokumen kepengurusan alias mencuri dokumen kepengurusan tanpa sepengetahuan pengurus (aksi intelijen) dan berhasil mempolitisir sebuah 'surat reject' dari kepengurusan 1995-1996 (kepengurusannya hery teguh k) untuk mendiskreditkan personal tertentu ... sekali lagi dipakai dalam skenario-nya memojokkan Wirasada .... yang selanjutnya direspon forum RAT dengan membentuk tim klarifikasi dimana sdr kita Iwan Z duduk didalamnya ... anggota tim lainnya sdr Lilik Eko Pramono (silahkan di konfirm ke ybs). Dengan koar-koar yang lantang waktu itu ... tim begitu bersemangat ... dan sekali lagi hasilnya NOOLL BESAR yang dengan modus operandi yang sama sampai hari ini tidak ada laporan akhir/klarifikasi yang di Publikasikan ... hanya logika praduga yang memang diarahkan untuk melemahkan Wirasada ... 4. Mengenai uang toga, sekali lagi (waduh udah capek sebenarnya ngeladenin sobat gue yang cukup cerdas dan potensial menjadi penyebar fitnah ini) sudah dilaporkan dalam forum RAT 1996-1997 dimana dia terlibat aktif didalamnya... pertanggungjawaban sudah diterima dengan yaah kami juga punya ke-alpaan dan khilaf tentu saja ... dengan santainya kemudian sdr kita Iwan Z menjadikannya lagi dasar untuk vonis-nya atas aktivitas dan gerak kami dikampus ... sangat naif ... Maaf Bapak-bapak dan rekan-rekan sekalian (it takes your time) jika masih berminat baca ... baca edisi yang lainnya ... Doa'kan gerak organisasi kami tetap ok no one can stop creativity Dari waktu ke waktu kami mencoba mengambil ibrah atas apa yang kami lakukan ... Alhamdulillah beberapa rekan anggota AII juga sudah bergabung memperkuat workshop kreativitas Wirasada ok ! Wassalam Khalid Sidik Djibran (eks - 112904107)
