Ok, ini saya resend, karena yang aslinya referensinya belon di delete
tuh....

Dear all,
Konsep yang disampaikan MIZ ini memang sudah lama sekali beredar.
Mungkin karena lamanya, perlu
di "inga..inga" lagi. Salah satu kosep Ivan Illich yang paling top waktu
itu (sekitar tahun
1973an menjelang peristiwa Malari) adalah konsep "deschooling sociaty".
Artinya,
orang/masyarakat yang tanpa makan sekolahan formal, tetapi makan
sekolahan informal, bisa sama
kualitasnya, tergantung apakah orang itu mau "long-life education", what
ever education it
issss!!!! Bisa formal (atau formil) atau informal (atau informil...
suka-suka.. laaahhh.. akh
banyaaak kali pertanyaanmuuu!, tunggu dulu kan rapat beluuum ditutup...
akh..). Jadi tidak ada
relevansinya dengan lama seseorang makan sekolahan dengan kemampuan
berpikir. Kalau masih ada
orang yang berfikir, bahwa lama sekolahan amat menentukan mutu
seseorang, lhooo.... apa
relevansinya, ya mas. Apalagi kalau S2 lulusnya 4 tahun lebih, kemudian
S3 sampai 8-9 tahun.
Kagak mutu. Mungkin mau cari cumlaude? Saya berpendapat, bahwa lebih
orang cepat orang lulus,
akan lebih cepat yang bersangkutan mengabdikan ilmunya. Buat apa
cumlaude, tapi lulus langsung
pensiun? Oleh karena itu, mari kita capai kemajuan dengan berdiskusi
hangat di milis ini.

Regards,
NS

Mochamad Iwan Zainuri wrote:

>
> *********** REPLY SEPARATOR ***********
>
> On 19-Apr-99, at 10:00, Wiyono wrote:
>
> >Dear all,
>
> >
> >=======================
> >
> >
> >

Kirim email ke