Daftar berita terlampir: * Tanggul Sungai Progo Keropos akibat Tambang Liar (2001-04-16) * Kota Bontang Rawan Genangan (2001-04-16) * Kritis, Endapan Lumpur di Sejumlah TPI (2001-04-16) * 20 Rumah Tergerus Luapan Sungai Gajahwong (2001-04-14) * Mata Air Kali Brantas Terancam Punah (2001-04-14) * Pencemaran Air Sungai di Bekasi (2001-04-14) * Warga Ngebruk Minta Penjelasan Soal Normalisasi Kali Bringin (2001-04-12) TerraNet: Portal Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan http://www.terranet.or.id ================================================================ Tanggul Sungai Progo Keropos akibat Tambang Liar http://www.kompas.com/kompas-cetak/0104/16/DAERAH/tang20.htm Kawasan Sungai Progo yang terletak di perbatasan Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Bantul, sangat sulit dikelola kembali untuk mencegah terjadinya banjir. Pasalnya, kegiatan penambang pasir liar di sana sulit dihentikan. Padahal, kegiatan mereka bisa mengancam runtuhnya tanggul sungai. Keadaan itu lambat-laun mengancam ratusan jiwa manusia sehingga harus diantisipasi dengan pembentukan institusi antara Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Bantul. Institusi inilah yang diharapkan mampu menghentikan kegiatan penambang pasir liar dengan berbagai pendekatan dan mengatur kembali lokasi baru untuk penambangan pasir. (Kompas, 2001-04-16) Kota Bontang Rawan Genangan http://www.kompas.com/kompas-cetak/0104/16/daerah/kota20.htm Selama berhari-hari pekan lalu, ratusan rumah penduduk di Kota Bontang, Kalimantan Timur terendam air. Hujan deras setiap hari mengguyur kota itu sehingga Sungai Bontang yang sudah dipenuhi rumah-rumah liar itu tak mampu lagi menampung air. Jika dalam hari-hari ini kembali turun hujan deras, dipastikan ratusan rumah akan kembali tergenang. "Kondisi Sungai Bontang benar-benar sudah parah. Padahal sungai itu merupakan saluran drainase utama Kota Bontang," kata Wali Kota Bontang Sofyan Hasdam, Minggu (15/4). Situasi terakhir, menurut dia, sudah tidak ada rumah yang tergenang. "Tetapi, kalau hujan lagi rumah-rumah itu akan tergenang lagi," katanya. (Kompas, 2001-04-16) Kritis, Endapan Lumpur di Sejumlah TPI http://www.suaramerdeka.com/harian/0104/15/kot9.htm Endapan lumpur di sejumlah alur sungai atau pelabuhan pendaratan ikan/tempat pelelangan ikan (TPI) di Jateng dewasa ini kritis dan memprihatinkan. Mengatasi kondisi itu, Dinas Perikanan Jateng mulai mengoperasikan beghu berponton, yakni sebuah alat berat pengeruk lumpur yang menumpang di atas tongkang. (Suara Merdeka, 2001-04-16) 20 Rumah Tergerus Luapan Sungai Gajahwong http://www.kompas.com/kompas-cetak/0104/14/daerah/ruma21.htm Sedikitnya 20 rumah yang terletak di tepi Sungai Gajahwong, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul (DIY), kini dikosongkan menyusul peristiwa banjir disertai erosi. Delapan di antara rumah semi permanen tersebut rusak berat diterjang luapan air sungai Rabu sore lalu hingga Kamis dini hari. Sedangkan rumah lainnya di ambang keruntuhan karena tepian sungai terus mengalami longsor. (Kompas, 2001-04-14) Mata Air Kali Brantas Terancam Punah http://www.kompas.com/kompas-cetak/0104/14/JATIM/mata21.htm DALAM kurun waktu kurang dari sebulan terakhir, setidaknya mata air Kali Brantas tiga kali tertimbun lumpur erosi. Pagar pengamannya rusak, pusat sumber tersumbat lumpur sehingga tidak lagi menyemburkan air. Bahkan sebagian areal Arboretum Sumberbrantas juga rusak terbenam lumpur. Setelah lumpur diangkat dari pusaran sumber, air memang keluar lagi. Tetapi debitnya tampak lebih kecil dibanding semula. Sebelum pancaran air normal, setidaknya dua kali lagi sumber tertutup lumpur erosi. Kejadian ini menyusul turunnya hujan lebat di kawasan itu, tanggal 31 Maret dan 2 April 2001. (Kompas, 2001-04-14) Pencemaran Air Sungai di Bekasi http://www.suarapembaruan.com/News/2001/04/14/Jabotabe/Ja02/Ja02.html Wilayah Bekasi yang pada awalnya merupakan areal pertanian, dalam satu dekade ini telah berubah menjadi kawasan industri dan permukiman. Seiring dengan perubahan tersebut, pada kenyataan telah terjadi kerusakan lingkungan hidup terutama pencemaran air. Dari pengamatan Pembaruan Rabu (11/4), pencemaran oleh limbah industri dan rumah tangga dari kawasan industri dan permukiman banyak terjadi di daerah aliran sungai (DAS). Seperti Sungai Kali Bekasi yang melintas di pinggir Jl Perjuangan. Warna air sungai sering tampak cokelat kehitaman dan sepanjang hari berbau busuk. (Suara Pembaruan, 2001-04-14) Warga Ngebruk Minta Penjelasan Soal Normalisasi Kali Bringin http://www.suaramerdeka.com/harian/0104/12/kot1.htm Sekitar 15 warga Dukuh Ngebruk, Kelurahan Mangkang Wetan, kemarin minta penjelasan ke Wali Kota sehubungan dengan rencana normalisasi Kali Bringin. Mereka merasa tidak dilibatkan dalam sosialisasi proyek itu dan ingin mendapat keterangan yang jelas dari tim teknis. Selama ini sosialisasi hanya disampaikan lurah dan camat. Itu pun baru diberikan ke para pemilik sawah dan tambak. Adapun ratusan pemilik rumah di kiri dan kanan sungai belum. Mereka menuturkan di daerah itu ada sekitar 750 KK. (Suara Merdeka, 2001-04-12) --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] TerraNet: Portal Lingkungan Hidup Indonesia: http://www.terranet.or.id
