Daftar berita terlampir: * Kondisi Sungai Musi makin Memprihatinkan * PT TPJ Buang Limbah, Pondok Kelapa Banjir * Protes Warga Gagalkan Pengerukan Sampah Kali Jatipurwo
Kliping tematik lainnya dapat diperoleh di http://www.terranet.or.id/terramilis.php http://www.terranet.or.id/berita.php TerraNet: Portal Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan http://www.terranet.or.id ================================================================ Kondisi Sungai Musi makin Memprihatinkan http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=2361 Kondisi Sungai Musi makin memprihatinkan. Sungai yang membelah Kota Palembang dan menjadi sumber bahan baku air minum warga kota ini makin tercemar oleh limbah industri. Sedikitnya 386 perusahaan berpotensi mencemari Sungai Musi. Namun sayangnya, kondisi ini dibiarkan berlarut-larut tanpa ada tindakan serius dari pemerintah. Akibatnya, air sungai terpanjang di Sumatra ini tidak layak lagi dikonsumsi warga yang hidup di sepanjang bantaran sungai. Warna air cokelat, berlumpur, dan mengandung minyak disertai bau yang tak sedap. (Media Indonesia, 2001-10-22) PT TPJ Buang Limbah, Pondok Kelapa Banjir http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=2363 Lebih dari 150 kepala keluarga (KK) dari Rukun Warga (RW) 009, RW 010, dan RW 006 Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur mengeluh dan memprotes kebijakan pihak PT Thames PAM Jaya (TPJ) yang hingga kini masih membuang limbah lumpurnya ke Kali Jati Kramat."Limbah lumpur PT TPJ itulah yang mengendap dan membuat dangkal Kali Jati Kramat. Kalau hujan sedikit saja, baik rumah maupun Jalan Janur II, dan rumah-rumah di Jalan Pondok Kelapa Barat III kebanjiran," tutur H Nurdipin Yunus, warga Jalan Janur IV, Kelurahan Pondok Kelapa, Minggu (21/10). Masalah limbah ini terungkap dalam pertemuan warga RW 009, RW 010, dan RW 006 Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, yang menjadi korban pencemaran limbah lumpur PT TPJ. (Kompas, 2001-10-22) Protes Warga Gagalkan Pengerukan Sampah Kali Jatipurwo http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=2377 Reaksi keras sekaligus protes warga Jatipurwo, Kelurahan Ujung, Kecamatan Semampir, Surabaya Utara, menggagalkan usaha Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang hendak melakukan pengerukan sampah yang menumpuk di Kali Jatipurwo. Namun demikian, warga setempat tidak keberatan asalkan Pemkot merealisasikan janjinya untuk memperbaiki pintu air (dam) yang rusak berat tersebut. Keterangan yang diperoleh Kompas, Jumat (19/10), aksi protes yang dilakukan oleh warga Jatipurwo terhadap usaha Pemkot yang hendak melakukan pengerukan sampah yang menumpuk dan mengeras di Kali Jatipurwo itu, karena warga merasa dibohongi oleh Pemerintah Kota yang berjanji hendak memperbaiki pintu air yang rusak berat tersebut. Janji pemerintah kota itu tidak pernah terealisir, padahal sudah dua kali ini sampah yang menumpuk di kali itu dikeruk. (Kompas, 2001-10-20) --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] TerraNet: Portal Lingkungan Hidup Indonesia: http://www.terranet.or.id
