Daftar berita terlampir:
* Penambangan Pasir Merusak Tiga Cek Dam Lahar
* Degradasi Sungai di Jateng-DIY 


Kliping tematik lainnya dapat diperoleh di
http://www.terranet.or.id/terramilis.php
http://www.terranet.or.id/berita.php

TerraNet: Portal Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan
http://www.terranet.or.id
================================================================



Penambangan Pasir Merusak Tiga Cek Dam Lahar
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=2331
Tiga cek dam yang berfungsi sebagai penahan banjir sedimentasi lahar yang mengalir 
dari puncak Merapi ke sungai-sungai di bawahnya kini rusak akibat penambangan pasir 
yang terlalu dekat dengan fondasi cek dam atau sabo itu. Padahal, saat ini hujan mulai 
mengguyur lereng Merapi dan dikhawatirkan akan membawa serta endapan itu ke sungai.

"Sekarang sudah cukup banyak sabo yang dibangun guna menahan aliran sedimen yang turun 
akibat air hujan. Akan tetapi, penambangan pasir di hilir sungai itu sebaiknya diatur 
agar tidak merusak sabo," kata Kepala Balai Penelitian Sabo Ir Agus Sumaryono Dipl HE 
di Yogyakarta, Selasa (16/10).

Menurut Agus, penambangan itu dilematis. Di satu pihak menguntungkan karena 
meningkatkan pendapatan penduduk dan pendapatan asli daerah, tetapi di lain pihak bisa 
merusak bangunan, sungai, dan prasarana jalan. "Ada kontradiksi, conflict of interest, 
kalau dilarang nanti kasihan kepada penduduk lokal juga. Mungkin penambangan itu bisa 
terus, tetapi diatur, baik lokasi maupun jumlah yang ditambang," katanya. 
(Kompas, 2001-10-17)



Degradasi Sungai di Jateng-DIY 
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=2344
Pakar teknologi sumber daya air dari UGM Dr Ir Budi Wignyosukarto DIP HE mengingatkan, 
degradasi atau penurunan dasar sungai di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa 
Yogyakarta (DIY) rata-rata satu meter. 

Oleh karena itu, perlu diantisipasi, lebih-lebih saat ini sudah memasuki musim hujan.

Menjawab pertanyaan Pembaruan di Yogyakarta, Selasa (16/10) siang, pengelola Magister 
Pengelolaan Sumberdaya Air UGM ini mengatakan, jika tidak segera terjadi keseimbangan, 
bisa mengancam keselamatan bangunan-bangunan di sungai ataupun sungai itu sendiri.
(Suara Pembaruan, 2001-10-17)




---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
TerraNet: Portal Lingkungan Hidup Indonesia: http://www.terranet.or.id


Kirim email ke