Jetstar Sangat Mengecewakan Kompas, Jumat, 9 Januari 2009
Tanggal 1 Januari 2009 pukul 11.45, kami berangkat dari Pasar Minggu menuju bandara. Pesawat kami sedianya akan take off pukul 14.30 tujuan Perth. Di luar dugaan, kami terjebak kemacetan luar biasa dikarenakan banyaknya orang dan kendaraan menuju Ragunan. Pukul 12.30 kami coba menghubungi layanan 108 untuk menanyakan perwakilan Jetstar yang ada di bandara dan dijawab bahwa Jetstar belum terdaftar sehingga kami diberi alternatif nomor Qantas (sister company Jetstar) bandara (5507106-7). Tujuan kami menelepon adalah ingin memberitahukan kemungkinan kami akan sedikit terlambat 5-10 menit. Puluhan kali kami mencoba menelepon nomor tersebut, tetapi tidak ada orang yang mengangkat. Berkali-kali kami menelepon nomor layanan 24 jam yang ada di situs Jetstar (+001 803 61 691) dengan berbagai cara juga tidak bisa. Pukul 13.10 kami lepas dari kemacetan dan bisa mencapai bandara tepat pukul 13.45. Dengan terengah-engah kami (saya, suami, dan anak kami) berlari secepat kilat menuju counter Jetstar. Dengan tenang dan angkuhnya, petugas counter (Siti M) menyatakan, ”Anda terlambat! Anda harus check-in 60 menit sebelum keberangkatan.” Dengan terbata-bata kami menjelaskan duduk persoalannya dan mohon agar kami dibolehkan check in. Namun, tetap saja kami tidak digubris, bahkan dengan tenangnya petugas itu bilang, ”Tiket Anda hangus!” Lemas, lunglai, membayangkan kami harus mengeluarkan segepok uang hanya untuk keterlambatan 15 menit! Tanggal 2 Januari kami mengurus tiket di Gedung BDN lantai 11 dan mencoba menjelaskan kepada petugas di sana, jawabnya bahwa kami harus membeli tiket pulang ke Perth one way yang harganya setelah dirupiahkan menjadi Rp 15.138.900! Tanggal 4 Januari, kami check in dua jam sebelum keberangkatan. Masih dilayani oleh petugas yang sama, yang tak tersenyum dan tak menunjukkan rasa simpati. Pukul 14.10 kami diminta boarding, tetapi setelah satu jam duduk di pesawat, baru ada pengumuman kalau pesawat tidak bisa berangkat karena sinyal seat-belt mengalami gangguan dan akhirnya pesawat baru berangkat pukul 17.00! Dua setengah jam dari jam yang seharusnya! Dan, apa yang kami dapat? Tentu saja hanya permintaan maaf, tidak lebih. Jadi, kalau pesawat yang terlambat itu lumrah, tetapi kalau penumpang yang terlambat 15 menit hal itu dianggap kesalahan besar yang harus kami bayar dengan harga Rp 15 juta lebih! Di mana letak keadilannya? Saya benar-benar menyesal dan jera memilih Jetstar karena pada kenyataannya there is no star in Jetstar! Noni Liptrot Perth, Australia Sumber: Harian Umum KOMPAS URL: http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/01/09/00225481/redaksi.yth Apakah wajar artis ikut Pemilu? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers. http://id.answers.yahoo.com ------------------------------------ http://www.SuratPembaca.info Komunitas Surat Pembaca IndonesiaYahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
