Pulau Terluar Perlu Perhatian Serius
Sinar Harapan, Senin, 12 Januari 2009

Redaksi Yth, 

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada peringatan Hari Nusantara di Gresik, 
Jawa Timur, 24 Desember lalu, menegaskan tidak boleh ada wilayah Indonesia yang 
menjadi tempat sindikat kejahatan, terutama di pulau-pulau kecil yang terdepan 
sehingga pulau-pulau terdepan itu dijaga demi keamanan dan keutuhan Negara 
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Presiden menyatakan, kasus Sipadan dan 
Ligitan yang lepas dari tangan Indonesia karena keberadaan Malaysia di dua 
pulau itu lebih dominan daripada Indonesia. Kasus itu harus dijadikan pelajaran 
untuk lebih peduli lagi memerhatikan pulau-pulau kecil terdepan yang ada di 
wilayah Indonesia.

Berdasarkan penelitian atau Survei Hidro Oseanografi, terdapat sejumlah pulau 
terluar yang mempunyai kemungkinan hilang secara fisik, lepas secara politik 
dan hukum, sosial ekonomi, dan luput dari pengawasan. Faktor penyebabnya 
bervariasi, antara lain peristiwa alam, ulah manusia, interaksi antara negara, 
atau karena ketidakmampuan pelaksanaan pemerintahan negara.

Indonesia kalah dengan Malaysia pada perebutan Pulau Sipadan dan Ligitan dengan 
tiga alasan, yaitu Malaysia secara terus-menerus berada di pulau tersebut, 
penguasaan efektif pulau, dan perlindungan serta pelestarian ekologis. Dari 92 
pulau terluar di Indonesia, 67 pulau (28 pulau berpenduduk dan 39 pulau belum 
berpenduduk) berbatasan langsung dengan negara tetangga dan 12 pulau di 
antaranya rawan penguasaan efektif oleh negara lain.

Kalau kita tidak pandai-pandai mengelola, mengawasi, memberi tanda pulau-pulau 
kita apalagi yang terdepan, akan sangat berbahaya. Apalagi eksistensi 12 pulau 
terluar Indonesia sedang menjadi incaran negara tetangga.

Indonesia memiliki banyak pulau yang menjadi titik-titik terluar yang dipakai 
sebagai garis pangkal kepulauan dan batas wilayah. Pengakuan sebuah pulau 
seharusnya dibarengi prioritas memberdayakan potensi pulau tersebut dan 
memeliharanya. 

Mengklaim pulau terluar sebagai bagian dari teritori Indonesia tidak hanya 
dengan memasang lampu suar, atau sekadar menamainya, tetapi juga harus ada 
aktivitas nyata orang Indonesia di pulau tersebut.

Heru Wicaksono
Jalan Raya Lenteng Agung No 32, Jakarta Selatan


Sumber: Harian Umum Sore SINAR HARAPAN
URL: http://www.sinarharapan.co.id/berita/0901/12/opi02.html




      Apakah saya bisa menurunkan berat badan? Temukan jawabannya di Yahoo! 
Answers!
http://id.answers.yahoo.com

------------------------------------

http://www.SuratPembaca.info
Komunitas Surat Pembaca IndonesiaYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke