Pemerintah Gagal Benahi Transportasi Suara Pembaruan, Rabu, 14 Januari 2009
Musibah kembali terjadi di sektor transportasi. Jika sebelumnya moda transportasi udara kerap mengalami kecelakaan, kali ini moda transportasi laut. Seperti banyak diberitakan di media massa, Kapal Penumpang Teratai Prima O tenggelam di perairan Majene Minggu pagi (11/1), sekitar pukul 04.00 waktu setempat. Kapal berpenumpang 250 (17 orang ABK) orang ini berangkat dari Pare-Pare menuju Samarinda. Dari pencarian yang dilakukan, baru 35 penumpang dan ABK yang ditemukan dan satu orang meninggal dunia. Pencarian terus dilakukan sesuai dengan prosedur SAR, yaitu hingga seminggu setelah kejadian. Menurut stasiun Meteorologi maritim pada Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), mereka sudah mengeluarkan informasi bahwa cuaca Sabtu (10/1) mendung, disertai gelombang laut yang tingginya lebih dari 3 meter, dan kecepatan angin 55 km per jam. Kondisi ini rawan untuk pelayaran. Kepala Administrator Pelabuhan Pare-Pare Nurwahida membantah ceroboh mengizinkan KM teratai Prima O tetap berlayar menuju Samarinda. Menurutnya, cuaca saat itu cukup baik. Ia pun menjamin, jumlah penumpang KM Teratai Prima O tak melebihi daya angkut. Kapal berbobot 747 gross ton itu mengangkut 250 penumpang. "Kapal itu mampu mengangkut 300 penumpang," ujar Nurwahidah. Yang jelas, kecelakaan moda transportasi laut bukanlah kali pertama ini. Menjelang penghujung tahun 2006, juga terjadi kecelakaan moda transportasi laut, yang menimpa KM Senopati Nusantara. Kapal dengan muatan 429 penumpang itu tenggelam di perairan Laut Jawa. Hanya 191 penumpang yang berhasil diselamatkan. Sebelumnya pun kecelakaan kerap terjadi, baik di darat maupun di udara. Apa pun alasannya-yang pasti, kecelakaan moda transportasi kerap terjadi karena sering diabaikannya masalah cuaca, pemeliharaan yang kurang baik, armada sudah tua, jumlah penumpang melebihi kapasitas, dan sistem manajemen serta administrasi yang kacau-balau. Lebih dari itu, tidak adanya kebijakan dalam upaya membenahi sistem moda transportasi nasional yang lebih baik. Dengan demikian, pemerintah (telah) gagal dalam membenahi sistem transportasi. Abdul Karim Komplek Inkopad Blok E -12/15 RT016/005 Sasakpanjang Tajurhalang-Bogor Sumber: SUARA PEMBARUAN URL: http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=3826 Mulai chatting dengan teman di Yahoo! Pingbox baru sekarang!! Membuat tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah. http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/ ------------------------------------ http://www.SuratPembaca.info Komunitas Surat Pembaca IndonesiaYahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
