Jangan Ada Lagi Pulau Yang Lepas Suara Pembaruan, Rabu, 14 Januari 2009
Presiden SBY tidak menginginkan lagi pulau-pulau yang ada di wilayah perbatasan Indonesia di klaim oleh negara lain sebagai wilayahnya. Pernyataan Presiden ini sangat wajar mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan dan menjadi salah satu negara yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia. Namun hingga kini, Indonesia belum selesai melakukan klaim atas wilayah kedaulatannya dan berbagai jenis garis batas laut dan darat. Dari data Departemen Kelautan dan Perikanan, dari 17480 pulau di nusantara ini, sampai pada akhir Agustus 2008 baru sekitar 4981 buah pulau yang didaftarkan ke PBB, ini artinya masih ada sekitar 12.000 pulau di nusantara ini belum diakui PBB. Artinya, jika tidak segera dilaporkan, Indonesia terancam kehilangan pulau-pulaunya. Pulau-pulau yang sampai kini belum diberi nama juga terancam diklaim oleh negara-negara tetangga, dengan memanfaatkan kelengahan kita. Dari data yang ada, di antara 92 pulau terluar Indonesia, tercatat ada 12 pulau yang terancam lepas karena beberapa di antaranya tidak dihuni dan tidak ada pengawasan dan pemanfaatannya. Di antaranya P Rondo di Ujung Barat laut Aceh, P Berhala di Sumatera Utara yang berbatasan langsung dengan Malaysia, P Nipah di kawasan Kepulauan Riau yang berbatasan langsung dengan Singapura, P Sekatung masih di Kepulauan Riau yang berhadapan langsung dengan Laut Tiongkok Selatan dan menjadi titik dasar dalam pengukuran dan penetapan batas RI dengan Vietnam. Selanjutnya, P Marore,P Miangas, dan P Marampit ketiganya di Sulawesi Utara berbatasan langsung dengan Fhilipina. Pulau Fani, P Fanlido, dan P Bras ketiganya di Irian Jaya Barat berbatasan dengan negara kepulauan Palau. P Batek di NTT berbatasan dengan Timor Leste dan P Dana di NTT berbatasan langsung dengan Pulau Karang Ashmore milik Australia. Harapan saya pemerintah jangan menunda-nunda lagi, segera membuat pos-pos pantau dengan mengirimkan pasukan TNI untuk menempati pulau-pulau tersebut agar tidak didahului oleh pihak asing, karena kedua belas pulau tersebut sangat strategis dan menjadi bagian terdepan pertahanan wilayah nusantara. Jangan sampai pulau-pulau kita di perbatasan bernasib, seperti P Sipadan dan Ligitan hanya karena kita lengah dan tidak mau merawat dan tidak mau memperhatikan kawasan yang menjadi incaran negara tetangga. Apalagi hukum internasional membolehkan pulau-pulau yang tak berpenghuni dan ditelantarkan bisa diklaim kepemilikannya oleh negara yang mau mengelolanya. Drs Ryan Trikora Jl. Raya Kutilang 119 Depok Sumber: SUARA PEMBARUAN URL: http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=3827 Mencari semua teman di Yahoo! Messenger? Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger dengan mudah sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/ ------------------------------------ http://www.SuratPembaca.info Komunitas Surat Pembaca IndonesiaYahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
