Nasib Wartawan Solo Pos, Senin, 02 Februari 2009
Salah satu info baris sebuah televisi swasta, 20 Januari lalu, ”Seorang wartawati Rusia tewas ditembak setelah menulis pengacara HAM yang terbunuh.” Sebelumnya, dari pelbagai media terekspos serangkaian informasi, di antaranya dua wartawan Banjarmasin Post dianiaya saat meliput. Lalu, 95 wartawan tewas di 32 negara berbeda saat menjalankan tugas jurnalistiknya selama tahun 2008. Muntazer Al-Zaidi, wartawan Irak yang melemparkan sepatu kepada Presiden Amerika Serikat (AS) George W Bush dalam sebuah konferensi pers dengan Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki pada Minggu (14/12), mengalami patah lengan dan rusuk setelah dipukuli aparat keamanan Irak. PWI Cabang Bengkulu diteror orang tak dikenal. Seorang wartawan Reuters terbunuh di Gaza. Dua wartawan tewas ditembak Israel. Israel serang wartawan. Kasus-kasus itu memprihatinkan kalangan peduli yang banyak mendapat informasi dari mereka. Wartawan, langsung maupun tidak, mewakili rakyat yang haus akan informasi cepat, aktual, faktual, tajam, tepercaya. Tegaknya dengan kukuh demokrasi terwujudkan pula oleh para jurnalis. Sudah bukan zamannya lagi bila ada perilaku pihak-pihak tertentu yang unjuk gigi menganiaya dan atau membunuh para wartawan. Penganiayaan dan atau pembunuhan, ataupun perlakuan yang sewenang-wenang, seperti teror berwujud apapun, perlu menjadi porsi khusus aparat penegak hukum beserta Dewan Pers Nasional, PWI serta terkait lainnya. Tak terkecuali, kemungkinan terjadinya pelanggaran HAM terhadap para juru warta. Drs Sungkowo Sokawera Jl Rancamanyar I No 17 RT 07/RW VIII, Gumuruh, Batununggal Sumber: SOLO POS URL: http://www.solopos.co.id/pospembaca.asp Pemerintahan yang jujur & bersih? Mungkin nggak ya? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! http://id.answers.yahoo.com
