Janji Politik
Rabu, 28-01-2009

Janji berbagai Bupati dan juga Menteri Pendayagunaan Aparatur
Negara, yang akan mengangkat kembali puluhan ribu tenaga honorer dan
membuka lowongan CPNS melalui jalur umum tahun 2009 adalah kebijakan
atau pemikiran yang tidak berpihak kepada kepentingan rakyat. Mengapa
tidak berpihak kepada kepentingan rakyat? Pertama, jumlah CPNS/PNS
tenaga teknis saat ini sudah berlebihan. 


Untuk tenaga PNS sektor
fungsional di antaranya tenaga kesehatan dan pendidikan di Pulau Jawa
sudah melebihi kuota, banyak guru yang mengajar dengan jam yang
terbatas dan banyak dokter yang pekerjaannya hanya piket semata.


Kedua,
banyaknya tenaga PNS yang hampir empat juta orang ditambah pensiunan
membebani APBN/APBD membuat anggaran negara tidak sehat dan tidak
pro-rakyat. Bahkan 75 persen pengeluaran APBN/APBD digunakan untuk
belanja rutin di dalamnya untuk gaji PNS/TNI-Polri dan tunjangan
pejabat. Masak untuk rakyat hanya 25 persen, padahal pos pendapatan
APBN 70 persen dari pajak masyarakat. 


Ketiga, penambahan PNS baru lebih
bermakna politis seolah negara menyediakan lapangan pekerjaan bagi
masyarakat. Untuk itulah dibutuhan rasionalisasi-mutasi PNS. Standar
gaji PNS harusnya disesuaikan dengan standar UMK para buruh di daerah
setempat. 


Kasihan para buruh harus mengelus dada menyaksikan gaji PNS
selalu naik sementara beban kerja amat ringan.

Nurul Himawan
Mahasiswa Sosiologi UNS
Jl Ir Sutami 36 A, Kentingan, Solo

Sumber : Harian JOGLOSEMAR
url : 
http://harianjoglosemar.com/index.php?option=com_content&task=view&id=32647&Itemid=1



      

Kirim email ke