Perusakan Lingkungan Tidak Terkendali
Kompas, Selasa, 3 Februari 2009

Jika menuju Cianjur, Jawa Barat, melewati jalan alternatif Jonggol-Cariu, Jawa 
Barat, kita akan menemui perusakan lingkungan yang tidak terkendali, tepatnya 
di wilayah Cianjur. Sesudah jembatan besi Cibeet sampai Cikalong Kulon, di 
wilayah ini cukup banyak pertambangan golongan C, yaitu tambang atras (tanah 
liat bahan baku keramik) dan tambang pasir.

Hal itu mengakibatkan bukit yang tadinya ijo royo-royo menjadi gersang akibat 
pemaprasan tanpa perhitungan. Belum lagi kendaraan pengangkut (truk) yang 
jumlahnya ratusan, hilir mudik sarat muatan. Akibatnya, jika hujan jalan licin 
karena tanah merah yang melekat dan ban kendaraan menjadi pelumas di jalan 
aspal sehingga dapat membahayakan pengguna jalan lain.

Ditambah lagi sekarang ini (sedang berlangsung) pihak Perhutani membabat habis 
hutan jati dan pinus yang berdiameter relatif kecil antara 10 cm sampai 20 cm. 
Jika mau berhitung, kontribusi yang diberikan oleh pihak penambang kepada Pemda 
Cianjur tidak seimbang dengan kerusakan yang ditimbulkan oleh proses 
penambangan.

Entah bagaimana jalan pikiran aparat terkait dengan perusakan tersebut. Saya 
mewakili warga Desa Surnia Sari mengimbau kepada Gubernur Jawa Barat yang baru 
terpilih agar meninjau ulang izin penambangan yang ada itu untuk mencegah 
kerusakan yang lebih parah.

Asep 
Cikalong Kulon, Cianjur, Jabar



Sumber: Harian Umum KOMPAS
URL: http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/02/03/00312971/redaksi.yth




      Warnai pesan status dengan Emoticon. Sekarang bisa dengan Yahoo! 
Messenger baru http://id.messenger.yahoo.com

Kirim email ke