Hati-Hati Gunakan Blackberry Telkomsel 
Media Indonesia, Selasa, 3 Februari 2009


Saya menggunakan nomor Telkomsel 0811-8125xx sejak 1998. Selama ini, saya 
merasa cukup puas karena tidak pernah bermasalah. Dengan perkembangan teknologi 
dan kebutuhan komunikasi yang lengkap, saya tertarik menggunakan Blackberry 
yang dianggap sebagian besar orang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan 
alat komunikasi dan bisnis (smartphone). Karena saya pengguna Telkomsel, tentu 
pilihan saya adalah Ventus Blackberry Telkomsel. 

Pada saat aktivasi (7 Oktober 2008), saya ditawari paket Rp180 ribu per bulan 
untuk penggunaan tanpa batas. Namun, apa yang terjadi, tagihan Oktober 2008 di 
samping Rp180 ribu, saya juga ditagih Rp179.705 untuk biaya penggunaan 3G, 
HSDPA, GPRS content premium. Pada 21 November 2008, saya datang ke Grapari 
Wisma Mulia dan diterima oleh CS Mei. Oleh Saudari Mei, saya dibuatkan berita 
komplain dan disarankan agar tagihan Rp179.705 diabaikan dan tidak usah dibayar.

Pada 1 Desember 2008, saya menerima tagihan dari Telkomsel atas kekurangan 
pembayaran saya dan tagihan untuk November 2008 masih muncul tagihan penggunaan 
3G, HSDPA, GPRS content Premium sebesar Rp12.605 (di luar Rp180 ribu). Kembali 
saya datang ke Grapari Wisma Mulia pada 19 Desember 2008 dan diterima CS Nova. 
Dalam menerima keluhan saya tersebut, Saudara Nova minta agar tagihan tersebut 
diabaikan dan janjinya nanti pada tagihan Desember 2008 jumlah tersebut akan 
didelete.

Kenyataannya, pada tagihan Desember 2008 di luar tagihan Rp180 ribu, jumlah 
tunggakan tersebut tetap nampak dan ada tagihan sebesar Rp419.220 atas 
penggunaan 3G, HSDPA, GPRS content premium. Karena saya masih percaya dengan 
anjuran CS Sdr Mei Dan Nova, tagihan tersebut saya abaikan karena saya anggap 
kesalahan tersebut nantinya akan dikoreksi Telkomsel.

Pada 15 Januari 2009 pukul 14.17, saya menerima SMS dari nomor 3445 yang isinya 
memberitahukan bahwa tagihan pemakaian saya mencapai Rp3.829.994. Saya berpikir 
pasti terjadi kesalahan pada tagihan untuk penggunaan 3G, HSDPA, GPRS content 
sehingga SMS tersebut saya abaikan. Namun, pada tanggal yang sama pada pukul 
16.06, saya kembali menerima SMS dari 3445 yang isinya, 'Untuk sementara Kartu 
Hallo Anda kami block outgoing dan untuk itu harus menghubungi no 
081389311111.' Langsung saya menghubungi nomor tersebut, tapi selalu dijawab 
dengan answer machine bahwa nomor tersebut untuk sementara tidak dapat 
dihubungi. Akhirnya saya menghubungi CS by online yang dijawab bahwa untuk 
masalah tersebut tidak dapat diselesaikan melalui CS by online.

Akhirnya, pada 16 Januari 2009, saya harus ke Grapari Wisma Mulia (ditemui CS 
Ayu) dan dengan ringannya menjawab bahwa untuk membuka blokir out going saya 
harus membayar tagihan Desember 2008 yang sebenarnya hanya Rp657.861. Sampai 
saat ini, saya masih menerima SMS dari 3445 yang isinya mengingatkan bahwa 
penggunaan saya sudah mencapai Rp4.494.138 serta surat tagihan atas kekurangan 
pembayaran saya. Padahal, pada 16 Januari 2009, saya sudah menyatakan untuk 
berhenti dari langganan fasilitas Ventus Blackberry.

Bagi saya yang mengherankan perusahaan sebesar Telkomsel yang sudah go public 
dalam menjual servisnya ternyata masih menghadapi kendala sistem dan SDM yang 
gaptek (gagap teknologi). Dan lebih ironis, ketidaksiapan tersebut harus 
merugikan dan mengganggu ketenangan pelanggan. Saya berpikir bagaimana kalau 
pelanggan menggunakan autodebet atau autopayment pasti akan mengalami kesulitan 
dalam mengajukan klaim pengembalian atas kelebihan pembayaran. 

Djoko Oetomo 
Jl Perintis, RT 05/05 Ceger, Cipayung, Jakarta 13820


Sumber: MEDIA INDONESIA
URL: 
http://anax1a.pressmart.net/mediaindonesia/MI/MI/2009/02/03/ArticleHtmls/03_02_2009_018_012.shtml?Mode=1




      Apa dia selingkuh? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers. 
http://id.answers.yahoo.com

Kirim email ke