Indonesian Airways dan Garuda Indonesian Airways 
Sinar Harapan, Senin, 2 Februari 2009


Redaksi Yth, 

Garuda Indonesia mengatakan telah berumur 60 tahun berdasarkan tanggal 
pendirian Indonesian Airways dan diklaim bahwa Indonesian Airways adalah cikal 
bakal Garuda Indonesian Airways NV. Dongeng ini timbul pada waktu Wiweko 
Soepono menjadi Direktur Utama dari Garuda Indonesian Airways yang berusaha 
supaya ada hubungan antara kedua perusahaan tersebut dengan Indonesian Airways 
pada 26 Januari 1949 di Birma. 

Namun, tidak ada seorang militer dari AURI yang pada waktu itu mempunyai maksud 
mendirikan perusahaan penerbangan niaga sipil. Tidak mengherankan bahwa dengan 
menghubungkan sejarah kedua perusahaan ini maka Wiweko Soepono pernah berambisi 
untuk minta supaya diakui sebagai Bapak Penerbangan Indonesia.

Pesawat terbang Dakota dengan registrasi militer RI-001 yang dibeli dengan uang 
sumbangan rakyat Aceh diperlukan dalam perjuangan kemerdekaan Republik 
Indonesia sebagai pesawat terbang militer yang pada waktu itu tidak bisa 
kembali ke Yogya karena adanya blokade dari Belanda. Pesawat itu kemudian 
dikaryakan di Birma sebagai Indonesian Airways untuk menutup biaya karena para 
opsir AURI pada waktu itu sudah tidak bisa mendapatkan dana dari pusat (Yogya).

Pendiri Indonesian Airways yaitu Sutardjo Sigit telah membuat pernyataan, 
tentang tidak adanya hubungan Indonesian Airways yang kemudian menjadi DAUM, 
dengan Garuda Indonesian Airways (copy surat ada pada penulis).

Yang menjadi pegangan klaim ini adalah adanya surat pengibahan dari KSAU 
mengenai tanggal pendirian Garuda Indonesia yang disamakan dengan pendirian 
Indonesian Airways, dari Kepala Staf Angkatan Udara RI, Marsekal Ashadi 
Tjahjadi, yang berupa surat PRIBADI karena tidak bernomor dan tidak pula bercap 
markas besar Angkatan Udara. (copy surat ada pada penulis)

Mengenai pernyataan RAJ Lumenta sebagai Direktur Utama, tentang hal yang sama 
di depan DPR pada waktu itu adalah dalam situasi militerisme yang ingin 
menguasai sipil (dominasi militer area Suharto) juga dalam bidang penerbangan 
niaga.

Penjemputan keluarga Presiden Soekarno dengan pesawat GIA PK-DPD (dengan 
registrasi Sipil), 28 Desember 1949 hanya khusus keluarga saja, tanpa Wakil 
Presiden M Hatta dan bukan sebagai Airforce One dan masih dikemudikan oleh 
pilot Belanda. Pada waktu itu Ibu Fatmawati menggandeng Guntur sambil 
menggendong Megawati dan sedang hamil putri yang ketiga.

Yang paling menentukan kebenaran dari tulisan ini adalah pemberian nama Garuda 
Indonesian Airways yang tertera dalam Akte Notaris pendiriannya yaitu Akte 
Notaris Kadiman No 137 tanggal 31 Maret 1950, telah diberikan oleh Presiden 
Soekarno (sesuai kendaraan Dewa Wishnu) dan bukan oleh AURI. Pihak militer 
(AURI) tidak ada hubungannya dengan airline sipil seperti Garuda baik sekarang 
maupun yang lalu (sejarah).

Jika Garuda Indonesia menganggap dirinya telah berumur 60 tahun berdasarkan 
hubungannya dengan Indonesian Airways, rakyat Aceh (atau wakilnya) boleh 
mengklaim memiliki saham di Garuda Indonesia sebagai pemilik dari pesawat yang 
pertama. Karena itu diserukan stop pemalsuan sejarah!

Wal Suparmo, SH MBA
Jl Kebun Jeruk Raya 124 Jakarta 11530


Sumber: SINAR HARAPAN
URL: http://www.sinarharapan.co.id/berita/0902/02/opi02.html




      Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda? 
Buat Pingbox terbaru Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

Kirim email ke