Kampanye Kejujuran
Joglo Semar, Senin, 2 Februari 2009

Niat baik seseorang harus diiringi dengan sikap dan perilaku yang jujur, demi 
mencapai harapan yang dikehendaki oleh kita semua. Namun dalam praktiknya semua 
itu sulit dilaksanakan dengan mulus, banyak rintangan yang mengadang di depan. 
Ini dapat kita perhatikan saat ini, ketika para Caleg ramai-ramai menebarkan 
pesonanya via stiker, baliho, spanduk, poster atau pun lewat iklan di berbagai 
media massa. Semua mereka lakukan agar dikenal oleh para pemilih (baca: 
rakyat). 

Mereka menebarkan kata-kata manis yang dimaksudkan untuk menarik simpati 
masyarakat, sehingga nantinya akan mencontreng dirinya saat Pemilu legislatif 
nanti. Semua proses tersebut di atas sah-sah saja, namun hendaknya kampanye 
yang mereka lakukan meski via tulisan harus dilakukan dengan sikap jujur dan 
transparan. Jangan bombastis, sehingga sulit diwujudkan setelah mereka duduk di 
kursi dewan nantinya.

Kampanye kejujuran para Caleg harus dan wajib dilakoni secara baik dan benar, 
tidak hanya janji-janji melulu. Tidak pula menebarkan kultur negatif, misalnya 
membagi sembako, amplop, hadiah atau barang lain yang intinya agar dirinya 
dipilih sebagai anggota dewan pada saat Pemilu Legisllatif nanti. 

Kampanye kejujuran mesti jadi fokus utama, sehingga ketika mereka sudah duduk 
sebagai anggota dewan, maka di mata mereka bagaimana mengangkat dan 
mengutamakan kepentingan rakyat banyak (wong cilik). Bukan sebaliknya, 
mengelembungkan kantongnya sendiri.

Wisnu Widjaja
Jl Sindoro I Nomor 16, Kalibuntu, Panggung, Tegal


Sumber: Harian JOGLO SEMAR
URL: 
http://harianjoglosemar.com/index.php?option=com_content&task=view&id=33114&Itemid=1




      Berselancar lebih cepat dan lebih cerdas dengan Firefox 3
http://downloads.yahoo.com/id/firefox/

Kirim email ke