Demonstrasi Jangan Brutal 
Sinar Harapan, Sabtu, 7 Februari 2009

Redaksi Yth, 

Demokrasi merupakan sarana bagi negara dan warganya guna menyalurkan aspirasi 
sesuai dengan asas musyawarah dan mufakat untuk mencapai tujuan yang lebih 
baik. Namun, bila pelaksanaan demokrasi dipaksakan oleh kelompok tertentu dan 
berakibat anarkistis, tentunya hal tersebut tidak dapat dibenarkan sama sekali 
dari alasan apa pun.

Instrumen demokrasi telah berubah dari yang diidam-idamkan menjadi praktik 
anarkisme. Perubahan itu sangat jelas terjadi dalam unjuk rasa pembentukan 
Provinsi Tapanuli di DPRD Sumatera Utara, beberapa waktu ini. Para pengunjuk 
rasa dalam sekejap berubah menjadi pembunuh yang mengerikan bagi Ketua DPRD 
Sumatera Utara Abdul Aziz Angkat.

Abdul Aziz yang baru dua bulan menjabat Ketua DPRD itu menjadi korban 
demonstrasi brutal yang justru mengatasnamakan demokrasi. Nyawa politikus dari 
Partai Golkar itu tidak bisa diselamatkan setelah dipukuli sejumlah demonstran, 
kendati hasil visum menyebutkan ia meninggal akibat serangan jantung.

Tragedi Medan itu paling tidak telah memberikan beberapa pelajaran sangat 
berharga. Antara lain, pengamanan lembaga negara yang belum maksimal. Ketika 
Tragedi Medan terjadi, jumlah personel kepolisian yang bersiaga di Gedung DPRD 
jauh lebih sedikit daripada jumlah pengunjuk rasa. Karena itulah, polisi tidak 
berdaya saat demonstran memaksa masuk ke ruang sidang DPRD.

Pelajaran lain adalah kegemaran merusak dan membunuh atas nama demokrasi belum 
juga hilang dari negeri kita tercinta. Bahkan, vandalisme dan barbarisme itu 
kian hari kian meningkat dipertontonkan secara atraktif di ruang publik. 
Seolah-olah merusak merupakan perilaku yang sah bagi para demonstran. 
Seolah-olah juga demonstrasi itu merupakan pembenaran aksi kemarahan yang 
meluap-luap.

Tragedi kematian Abdul Aziz hendaknya menjadi hal yang terakhir bagi 
bentuk-bentuk kekerasan, seperti premanisme, vandalisme, dan barbarisme yang 
bertopeng demokrasi. Oleh karena itu, insiden di Sumatera Utara harus diusut 
tuntas oleh aparat penegak hukum di samping menjadi bahan kajian yang sangat 
mahal harganya.

Christoper Simanjuntak
Lebak Bulus, Jakarta Selatan


Sumber: SINAR HARAPAN
URL: http://www.sinarharapan.co.id/berita/0902/07/opi02.html




      
___________________________________________________________________________
Coba emoticon dan skin keren baru, dan area teman yang luas.
Coba Y! Messenger 9 Indonesia sekarang.
http://id.messenger.yahoo.com

Kirim email ke