Kondisi Bandara Sorong Memprihatinkan Kompas, Kamis, 19 Februari 2009
Belum lama ini saya dan teman-teman pergi ke Radja Ampat, Sorong, Papua, yang merupakan tempat yang amat indah bagi penyelam tidak hanya dari Indonesia, tetapi juga penyelam-penyelam dunia. Hampir setiap hari mereka selalu berdatangan ke sana lewat Bandara Sorong, Papua. Kesan pertama yang saya lihat ketika pesawat akan mendarat di Bandara Sorong adalah banyaknya anak yang bermain-main di sekitar landasan pacu pesawat yang seharusnya tergolong kawasan yang, demi keselamatan pendaratan pesawat, tak boleh dimasuki sembarangan orang. Ruangan bandaranya tidak menggambarkan sebuah bandara, tetapi lebih mirip terminal bus dengan kondisi kotor serta toilet kumuh dan bau karena tidak ada air. Ketika saya hendak check in sekitar pukul 05.00 WIT, betapa bebasnya orang masuk ke bandara tanpa pengecekan barang- barang bawaan mereka melalui peralatan scanning. Mengacu pada standar peraturan keamanan, Bandara Sorong menyalahi aturan dan sangat rentan untuk disalahgunakan. Sebagai pintu utama masuknya turis asing dan domestik yang akan berkunjung ke Sorong, sudah semestinya pemerintah pusat dan daerah memerhatikan kelayakan dan kenyamanan bandara ini. Sebagai tempat tujuan wisata, banyak penyelam yang bermimpi untuk bisa datang ke Radja Ampat karena pemandangan bawah lautnya sangat cantik, baik koral maupun ikannya beragam, dan disebut salah satu dive site terbaik di dunia. SUHARTONO Perum Bank Niaga C 12 A, Ngalian, Semarang Sumber: Harian Umum KOMPAS URL: http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/02/19/00213863/redaksi.yth
