Kontroversi Soal Impor Pupuk
Bisnis Indonesia, Kamis, 19 Februari 2009

Ada cara berpikir pemerintah yang menurut saya agak aneh dan memberi 
kesan mau mengambil jalan pintas alias malas berpikir.

Di satu sisi dikeluarkan surat keputusan bersama (SKB) tentang 
kewajiban penggunaan produk dalam negeri, tetapi di sisi lain-tanpa 
mengajak diskusi seluruh pemangku kepentingan bidang pertanian dan 
perkebunan-pemerintah tiba-tiba mengumumkan akan mengimpor pupuk 
sebanyak 500.000 ton.

Padahal industri pupuk swasta, khususnya pupuk organik, sedang 
berjuang keras mengampanyekan gerakan mengubah perilaku petani agar 
tidak bergantung pada pupuk kimia bersubsidi APBN. Dalam hal ini 
hampir tidak ada peran pemerintah.

Upaya kampanye tersebut mulai terlihat hasilnya. Terbukti saat ini 
terjadi demam pupuk organik yang diikuti oleh peningkatan hasil panen.

Kalau pemerintah mau menolong petani dan mendorong tumbuhnya industri 
dalam negeri, seharusnya produsen pupuk organik didukung, sebab 
industri ini besar kontribusinya dalam swasembada beras tahun lalu.

Amal Al-Ghozali
BSD City, Tangerang, Banten


Sumber: BISNIS INDONESIA
URL: http://web.bisnis.com/edisi-cetak/edisi-harian/1id104232.html



Kirim email ke