Xl Lakukan Carding Kartu Kredit Pelanggan
Bisnis Indonesia, Senin, 23 Februari 2009



Saya sempat menjadi pelanggan paket data XL (koneksi Internet berbasis 3G). 
Dengan kepiawaian sales XL menawarkan produk, saya terpikat untuk membeli 
produk tersebut. Seiring dengan perkembangan teknologi perusahaan seluler lain, 
saya merasa produk paket data XL yang saya gunakan banyak kekurangan.

Koneksi Internet XL sangat buruk. Bahkan, saya sering tidak mendapatkan sinyal 
untuk koneksi mobile Internet. Karena buruknya koneksi itulah saya memutuskan 
untuk berhenti menjadi pelanggan paket data XL. Ternyata, kekecewaan saya atas 
layanan XL tidak berhenti cukup di situ.

Sesuai dengan petunjuk sales saat menawarkan produk ke saya, untuk berhenti 
berlangganan saya cukup telepon ke XL call centre di nomor 021-57959817/818. 
Saya telepon ke nomor tersebut sekitar Oktober untuk konfirmasi pemberhentian 
pelanggan. Petugas XL call center merespons dengan baik dan menginformasikan 
pada saya bahwa sudah diproses. Waktu itu, saya tidak mendapatkan penjelasan 
apa pun.

Dua bulan berikutnya, tagihan atas nama saya datang. Padahal, saya sudah tidak 
menggunakan simcard XL. Pembayaran langsung didebet dari kartu kredit saya.

Saya complain ulang ke nomor yang sama pada 24 Desember 2008 dan yang menerima 
bernama Edy. Petugas tersebut menjanjikan akan memproses permintaan saya dan 
memastikan bulan berikutnya saya tidak akan menerima tagihan lagi.

Namun, pada Januari tagihan XL datang lagi dan kartu kredit saya kembali 
terdebet sejumlah tagihan Rp463.132,20 dengan tanggal jatuh tempo tagihan 5 
Januari. Saya complain lagi ke XL call center. Saya tidak ingat nama 
petugasnya. Dari situ saya mendapatkan penjelasan, meski saya sudah tidak 
menjadi pelanggan paket data, tetapi saya masih menjadi pelanggan layanan XL 
yang lain yaitu XL GPRS.

Saya tambah kecewa karena saya tidak merasa berlangganan untuk layanan 
tersebut. Bahkan, sejak awal simcard paket data tidak bisa digunakan untuk 
telepon. Kenapa saya bisa masuk ke layanan tersebut.

Saat itu juga saya meminta petugas tersebut untuk menonaktifkan semua layanan 
atau saya berhenti total menjadi pelanggan XL. Petugas menginformasikan jika 
saya ingin berhenti berlangganan, saya harus datang ke XL centre.

Pada 28 Januari, saya datang ke XL Center Arteri Pondok Indah di Jl. Sultan 
Iskandar Muda No. 8, Jakarta Selatan. Saya dilayani oleh petugas bernama Dwi. 
Saya meminta petugas untuk menonaktifkan status saya sebagai konsumen seluruh 
produk XL. Petugas melakukan pengecekan data.

Dari hasil pengecekan, saya sangat heran, ternyata XL mendebet kartu kredit 
saya lebih besar dari kewajiban saya sebesar Rp. 111.900,80. Sungguh, XL sangat 
tidak profesional. XL bisa disebut melakukan carding atau pencurian saldo dari 
kartu kredit.

Atas keluhan saya itu, petugas memproses semuanya. Saat itu saya diminta 
mengisi beberapa form pengunduran diri termasuk rekening saya untuk mentransfer 
kelebihan bayar. Saya juga sudah menyerahkan KTP saya. Petugas tersebut 
menjanjikan uang akan ditransfer ke rekening paling lambat 14 hari sejak saya 
mengisi form.

Pada 13 Februari, saya mengecek rekening dan tidak ada transfer masuk dari XL. 
saya kembali mendatangi XL center. Petugas menginformasikan bahwa petugas 
sebelumnya salah menuliskan nama saya di komputer sehingga bank tidak bisa 
melaksanakan perintah transaksi. Ini membuktikan, petugas XL Center sangat 
tidak profesional, toh saya sudah menyerahkan KTP saya. Sampai 20 Februari, XL 
belum juga mentransfer lebih bayar saya ke rekening saya. Saya yakin, apa yang 
saya alami pasti dialami oleh banyak pelanggan lain.

Tonthowi Jauhari
Pasar Minggu, Jakarta Selatan



Sumber: BISNIS INDONESIA
URL: http://web.bisnis.com/edisi-cetak/edisi-harian/1id104736.html




      Sikap Peduli Lingkungan? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers. 
http://id.answers.yahoo.com

Kirim email ke