Pajak Bandara Dinaikkan Tidak Masuk Akal
Kompas, Senin, 30 Maret 2009

Mulai 15 Maret 2009, pajak bandara (airport tax) dinaikkan. Di Bandara 
Soekarno-Hatta naik 50 persen untuk penerbangan internasional, dari Rp 100.000 
menjadi Rp 150.000. Sedangkan untuk penerbangan domestik naik 33 persen dari Rp 
30.000 menjadi Rp 40.000. Paling tinggi di Bandara Husein Sastranegara, 
Bandung, dengan kenaikan 67 persen dari Rp 15.000 menjadi Rp 25.000.

Data tarif itu berdasarkan iklan PT (Persero) Angkasa Pura II di Kompas (12/3). 
Sungguh tidak masuk akal kenaikan tersebut. Saat semua harga turun, pajak 
bandara malah naik. PT Angkasa Pura II betul-betul tidak punya kreativitas, 
lagi-lagi menggantungkan kenaikan pendapatan pada pungutan.

Kita semua tahu bahwa kenaikan volume penumpang adalah berkat pemberlakuan 
tiket murah yang terus-menerus ditekan oleh low cost carrier (LCC). Sementara 
pengelola bandara hanya memetik hasil belaka. Seharusnya pengelola bandara 
melakukan langkah yang selaras dengan perusahaan penerbangan, yaitu menurunkan 
pajak bandara sehingga mendorong lebih banyak orang yang menggunakan pesawat 
terbang.

Sebagai contoh, belajarlah ke Malaysia. Malaysia Airport Holding Bhd (MAHB) 
justru menurunkan pajak bandara di terminal LCC sebesar Rp 25.000 sehingga 
menjadi Rp 87.500 untuk penumpang internasional pada Maret 2006. Kemudian 23 
Mei 2007, Menteri Transportasi Malaysia menurunkan lagi dari Rp 87.500 menjadi 
Rp 62.500 sehingga terjadi dua kali penurunan. Adapun pajak untuk penumpang 
domestik turun dari Rp 22.500 menjadi Rp 15.000.

Tujuannya jelas, MAHB dan Pemerintah Malaysia mendukung langkah AirAsia untuk 
menjaring lebih banyak orang naik pesawat terbang. Dalam buku The Air Asia 
Story: Kisah Maskapai Tersukses di Asia disebutkan pula, terminal LCC di 
Singapura hanya mengutip pajak bandara 7 dollar Singapura (Rp 55.000) bagi 
penumpang internasional.

Pantas jumlah turis mancanegara yang masuk ke negeri kita tertinggal jauh dari 
negara tetangga. Sementara itu, pemerintah kita dan PT Angkasa Pura II malah 
meningkatkan pajak bandara yang menambah beban pelancong sehingga mengurangi 
daya tarik Indonesia bagi mereka.

TRI CAHYADI 
Jalan Melati, Kelapa Gading Timur, Jakarta 




Sumber: KOMPAS
URL: http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/03/30/04232275/redaksi.yth




      Berselancar lebih cepat dan lebih cerdas dengan Firefox 3
http://downloads.yahoo.com/id/firefox/


------------------------------------

http://www.SuratPembaca.info
Komunitas Surat Pembaca IndonesiaYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke