Menjaga Perbatasan Suara Pembaruan, Jumat, 8 Mei 2009
Isu perbatasan kerap muncul dalam pemberitaan. Beberapa insiden di perbatasan sudah mencapai ta-hap mengkhawatirkan kedaulatan NKRI. Beberapa pulau terluar di Nusantara, satu demi satu berpindah tangan ke penguasaan asing. Wilayah daratan Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, seperti Timor Leste, Malaysia, PNG, dan wilayah perbatasan laut seperti Australia serta Filipina, menjadi sangat rawan terhadap aksi penyusupan, penyelundupan, pencurian kayu, pencurian kekayaan laut, bahkan pemindahan patok tapal batas wilayah. Menhan Juwono Sudarsono pernah mengusulkan agar pengawasan wilayah perbatasan diserahkan ke bupati atau wali kota, sedangkan pemerintah pusat tetap membantu, baik tenaga maupun anggarannya. Usulan Menhan agar perbatasan diserahkan ke pemda patut kita dukung, karena keterlibatan semua komponen bangsa sangat dibutuhkan untuk mengontrol seluruh perbatasan yang menjadi batas sekaligus simbol kedaulatan negara. Masalah perbatasan, setahu saya sudah ditangani oleh tiga departemen strategis, yaitu Depdagri, Deplu, dan Dephan. Ketiga departemen inilah yang paling bertanggung jawab atas kedaulatan wilayah Nusantara. Namun, kita juga harus sepakat bahwa wilayah perbatasan menjadi tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia. Untuk itu, kita harus peduli terhadap ancaman, baik dari dalam maupun dari luar, dengan berbuat sesuai dengan kapasitas dan kemampuan kita untuk tetap utuhnya NKRI. Persoalan yang menghadang pemerintah adalah tingkat kesejahteraan masyarakat di perbatasan dan pengaruh dari luar yang begitu kuat, di antaranya masyarakat perbatasan lebih sering menikmati siaran TV negara tetangga, ketimbang siaran TV Indonesia, sehingga perolehan informasi dari pemerintah sangat minim. Solusinya meningkatkan nasionalisme masyarakat perbatasan, salah satunya dengan penguatan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan. Selain itu, sejumlah tradisi yang hidup antarwarga perbatasan di kedua negara yang saling membutuhkan, juga tidak boleh dimatikan. Sedangkan untuk mempertahankan dan menjaga keutuhan wilayah perbatasan NKRI secara fisik, tentu kita serahkan kepada aparat TNI. Apabila keadaan ini tidak segera diatasi, wilayah Nusantara ini semakin tidak terkontrol. Negara tetangga dengan sesuka hati menduduki pulau-pulau strategis tanpa diketahui aparat kita. Pulau-pulau yang mereka duduki lama-lama diklaim sebagai wilayahnya. Bahkan, masyarakat perbatasan telah dapat dipengaruhi. Mari dukung keinginan pemerintah untuk memberdayakan daerah dalam menjaga perbatasan. Jangan biarkan asing merampas hak, martabat, dan kedaulatan yang kita miliki. Kita harus mampu menunjukkan pada dunia bahwa aparat keamanan memiliki kesiapan untuk menghadapi hal yang terburuk. Ini penting agar negara tetangga seperti Australia, Malaysia, dan Singapura tidak menganggap remeh negara kita. Sudah sering harga diri dan martabat kita diijak-injak oleh negara tetangga. Farel Kuto Perum Puri Mas, Depok Sumber: SUARA PEMBARUAN URL: http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=7918 Cepat, Bebas Iklan, Kapasitas Tanpa Batas - Dengan Yahoo! Mail Anda bisa mendapatkan semuanya. http://id.mail.yahoo.com ------------------------------------ http://www.SuratPembaca.net Komunitas Surat Pembaca IndonesiaYahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
