Uang Ratusan Juta di BCA Raib Bisnis Indonesia, Jumat, 15 Mei 2009
Menjawab surat dari Bank Indonesia No.11/1/DPB3/TPB3-7/Mks tertanggal 05 Mei 2009 atas surat jawaban PT. BCA kepada Bank Indonesia No. 072/BCA/MKS/09 Tgl. 1 Mei perihal Pengaduan Pembobolan Dana Nasabah maka saya selaku nasabah korban pembobolan menyampaikan beberapa hal sebagai berikut; Bahwa sebagaimana surat PT BCA menyatakan bahwa pembobolan itu menggunakan PIN (personal identification number) yang benar, hal itu bukan menjadi masalah bagi saya. Masalah saya adalah dana saya yang saya tabung di BCA hilang secara tiba-tiba dengan tidak normal. Kepada PT BCA saya juga mohon jawabannya bahwa benarkah pihak lain dapat mengambil dana tanpa sepengetahuan nasabah menggunakan gerai ATM, sementara kartu ATM-nya ada di tangan nasabah? Apakah transaksi melalui gerai ATM dapat dianggap "normal" sebagaimana surat yang disampaikan oleh PT BCA kepada Bank Indonesia sedangkan nasabah tidak melakukan transaksi itu dan kartu ATM nasabah tetap berada di tangan nasabah. Dengan teknologi CCTV yang dimiliki oleh Bank termodern teknologinya seperti BCA, tentu dengan mudah BCA dapat memperlihatkan pada nasabah bahwa yang melakukan transaksi itu adalah si nasabah itu sendiri atau minimal ada hubungan dengan nasabah tersebut. Untuk itu, mohon BCA dapat memperlihatkan file tersebut sekaligus memerincikan sebagai berikut: Tanggal, jam menit transaksi dilakukan Di gerai ATM mana dilakukan Siapa yang melakukannya Menyangkut penyampaian PT BCA bahwa transfer dana dari rekening saya ditujukan kepada beberapa pihak yang menjalankan usaha jual beli valuta asing, maka perlu saya sampaikan bahwa saya tidak punya kepentingan dengan bisnis valuta asing serta saya tidak punya urusan dengan pihak ketiga. Saya hanya berurusan dengan PT BCA yang disebabkan oleh kelemahan sistemnya sehingga telah menghilangkan dana saya dengan tiba-tiba dana tidak normal sebesar Rp178.500.000. Lewat surat ini, saya juga meminta PT BCA untuk tidak mengarahkan masalah ini ke pihak lain dan bermaksud ingin melepaskan tanggung jawabnya sebagai pengemban amanah dana nasabah. Adapun keterlibatan pihak lain sehingga menyebabkan saya menjadi korban, hal itu merupakan urusan dan tanggung jawab PT BCA pada pihak lain tersebut. Lewat Costumer Service PT BCA menyampaikan pada saya bahwa transaksi lewat ATM BCA sangat aman. Sebelum kejadian yang menimpa saya ini, saya pun berpendapat demikian. Namun, setelah kejadian ini, saya terus berupaya mencari informasi sehingga saya memiliki sangat banyak informasi dan literatur betapa lemahnya pengamanan transaksi ATM BCA. Misalnya PT BCA pernah melaporkan kepada polisi seorang berinisial HTLH, 24, warga Regensi Blok A 21, Klampis Ngasem, Surabaya. Si HTLH ini berhasil merugikan PT BCA sebesar Rp300.000.000 lewat pembobolan ATM nasabahnya. Itu berarti sistemnya tetapi "dipaksakan" untuk dipasarkan kepada masyarakat sehingga masyarakatlah yang akan menanggung risikonya. Lewat surat ini, saya juga ingin menanyakan pada PT BCA, apakah jika ada pihak lain yang kemampuan teknologinya melebihi kemampuan teknologi yang dimiliki oleh PT BCA sehingga berhasil membobol dana nasabah maka hal itu menjadi risiko nasabah Anda? Sekadar saran kepada PT BCA jika tahu bahwa rekening tahapan saya ditransfer ke rekening pihak ketiga maka PT BCA segera mengambil tindakan untuk mengamankan kemungkinan kerugian yang akan dialami oleh PT BCA. Paling tidak ada pemblokiran dana pihak ketiga tersebut (bukan memblokir rekeningnya jika PT BCA khawatir melanggar undang-undang perbankan). Bagi saya, siapa pun pelakunya bukan hal penting. Yang penting bagi saya adalah saya telah kehilangan sejumlah Rp178.500.000 yang saya amanahkan pada perusahaan PT BCA dan tiba-tiba uang itu lenyap seketika. Saya berharap pihak PT BCA tidak membuat masalah sesederhana ini menjadi rumit. Saya tidak ingin merugikan PT BCA tetapi perlu diingat bahwa saya juga tidak mau dirugikan. Mawardi Jafar Sulawesi Selatan Sumber: BISNIS INDONESIA URL: http://web.bisnis.com/edisi-cetak/edisi-harian/1id117756.html ------------------------------------ http://www.SuratPembaca.net Komunitas Surat Pembaca IndonesiaYahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
