Komitmen Berantas "Illegal Fishing" Suara Pembaruan, Jumat, 15 Mei 2009
Hari-hari ini, di sela-sela persiapan Pemilihan Presiden 2009, negeri kita tengah sibuk menjadi tuan rumah Konferensi Kelautan Internasional atau World Ocean Conference (WOC) di Manado. Diberitakan, ratusan peserta dari 121 negara hadir pada konferensi yang digelar dari 11-15 Mei 2009 itu. Konferensi ini membahas sebanyak 13 topik, antara lain, soal pengelolaan terumbu karang, akuakultur, organisme laut yang eksotik, hiu dan pari, biomedisin dari laut, etika kelautan, dan masalah pencemaran. Dipilihnya Indonesia sebagai tuan rumah pertama konferensi ini tentu bukanlah tanpa alasan. Dengan luas wilayah laut mencapai 5,8 juta km persegi serta memiliki beragam kekayaan dan sumber daya laut yang luar biasa, negeri ini pantas disebut sebagai negeri maritim terbesar di Asia, bahkan mungkin di dunia. Ketua Sidang WOC Eddy Pratomo, dari arena sidang di Manado kepada wartawan menyatakan, banyak negara memuji inisiasi Indonesia menyelenggarakan WOC yang pertama ini dan menerima banyak hal positif dan kontribusi dari anggota delegasi yang intinya sepakat bahwa manajemen pelestarian laut dan pantai harus menjadi isu yang perlu diperhatikan dunia. Untuk kepentingan bangsa ini, kita berharap konferensi kelautan di Manado bisa menghasilkan semacam regulasi atau komitmen bersama untuk mencegah maraknya pencurian ikan dan biota laut di seluruh dunia, dan lebih-lebih di Indonesia. Minimnya jumlah armada dan kualitas prasarana dan sarana (kapal, peralatan, dan lain-lain) menyebabkan seringkali aparat keamanan laut (Kamla) kita tidak berdaya menghadapi kapal-kapal pencuri ikan, sehingga hanya sebagian kecil yang dapat ditangkap. Oleh karena itu, perlu komitmen bersama dari masing-masing negara untuk mencegah nelayannya, dan lebih-lebih nelayan berdasi, mencuri ikan di wilayah laut milik negeri tetangga. Menurut Menteri Perikanan dan Kelautan Freddy Numberi yang mengutip data FAO, setiap tahun Indonesia mengalami kerugian sekitar Rp30 triliun akibat kasus pencurian ikan yang dilakukan oleh pihak asing. Pelaku pencurian merupakan kelompok terorganisasi tingkat dunia yang secara periodik selalu melakukan aksinya. Sementara dari sekian pelaku pencurian ikan yang tertangkap di wilayah perairan Indonesia, sebagian besar berasal dari Thailand, Vietnam, Malaysia, Filipina, Taiwan, Korea, Panama, Kamboja, Myanmar, dan Tiongkok. Oleh karena itu, sangat layak jika Indonesia melalui delegasi yang hadir dalam WOC di Manado mau menyuarakan kepada dunia untuk saling menghormati wilayah laut setiap negara. Dengan cara itu, setiap negara akan memperketat pengawasan terhadap warganya melalui regulasi tegas untuk tidak lagi mencuri kekayaan laut negara lain. Ricard Radja Anggota Jaringan Epistoholik Indonesia Jalan Kejora, Tova, Kupang, NTT Sumber: SUARA PEMBARUAN URL: http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=8044 Berselancar lebih cepat. Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser. Dapatkan IE8 di sini! http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer ------------------------------------ http://www.SuratPembaca.net Komunitas Surat Pembaca IndonesiaYahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
