Sungguh Merepotkan Tinggal Di Kotawisata
Kamis, 11 Juni 2009 | 17:03 WIB

Kejadian
ini bermula dari perilaku militeristik satpam perumahan kotawisata.
Saya seorang warga dari sebuah Muster dikotawisata, kebetulan hendak
melihat rumah-rumah lainnya di dalam kotawisata. Ketika itu saya
sekeluarga hendak mampir untuk melihat Muster montreal, kabarnya banyak
rumah dijual maupun dikontrakan di lokasi tersebut siapa tau ada yang
menarik di hati. Tetapi rencana saya berubah menjadi kejadian yang
tidak menyenangkan, seorang satpam yang berjaga meminta saya untuk
menunjukan KTP, yang kebetulan karena saya juga warga kotawisata.

Seperti
biasa ketika hanya berjalan sebentar disekitar perumahan saya tidak
terpikir harus membawa identitas lengkap. Sehingga KTP saya dan dompet
tentu saja saya tinggal dirumah. Tetapi respon yang saya dapat sungguh
diluar dugaan, walau sudah saya jelaskan bahwa saya adalah warga
kotawisata, tetap tidak diijinkan masuk ke kluster Montreal. Dan satpam
tersebut meminta saya menghadap komandannya di POSKO satpam Kotawisata.

Walaupun
dongkol saya dengan tanpa curiga mengikuti satpam tersebut ke POSKO
Satpam sambil berharap sang Komandan Satpam yang akan saya temui dapat
memberikan solusi yang melegakan. Setelah masuk dalam ruangan Komandan
tersebut, saya dikelilingi oleh banyak sekali satpam yang memberikan
rasa tidak nyaman dan tidak bersahabat. Tetapi tetap saya beranikan
diri menyampaikan keluhan saya sebagai warga kotawisata mengenai
kerepotan yang kami alami.

Bukannya solusi yang saya peroleh
tetapi intimidasi yang saya rasakan, sudah disampaikan bahwa saya ini
juga warga kotawisata dan siap menyampaikan rasa tidak menyenangkan
atas perlakuan mereka melalui surat pembaca. Kemudian saya tanyakan
nama komandan satpam tersebut, tetapi dengan sontak beberapa satpam
yang lain berteriak menantang nama mereka juga dicantumkan dan
terdengar juga suara-suara yang menunjukan sebenarnya mereka memang
tidak suka dengan warga mereka sendiri.

Waduh, kecewalah saya
terhadap perlakuan satpam kotawisata yang sebenarnya kita sebagai warga
jugalah yang membayar gaji mereka, tetapi apa yang kita dapat?
Perlakuan yang tidak menyenangkan dan tidak nyaman. Saya jadi berfikir
apakah saya hidup dalam lingkungan perumahan atau dalam tangsi militer?
Tentunya perlakuan ini berbanding terbalik dengan keramahan marketing
kotawisata, yang mengedepankan pelayanan konsumen clan bersahabat,
sehingga orang tertarik untuk tinggal di kotawisata. Seandainya kami
dari awal tau akan berhadapan dengan perilaku satpam yang militeristik
tentu tidak akan ada yang mau tinggal di kotawisata.

Radityo Muhammad
Kota Wisata Paris Blok C4
Jakarta 


Sumber : KOMPAS COM
URL: http://www.kompas.com/suratpembaca/read/8322



      

Kirim email ke