Lagi-lagi terjadi di Sentul City
Rabu 17 Juni 2009

Saya tinggal di Sentul City sudah sejak beberapa tahun yang lalu, dan
rutin saya pergi pagi dan pulang sore atau malam hari. Kejadiannya
terjadi pada Senin, 8 juni 2009 sekitar jam 19.00, ketika saya sampai
di rumah, air ledeng tidak mengalir.

Lalu saya periksa ke halaman depan rumah, tempat meter air (keran utama
air). Alangkah terkejutnya karena mendapatkan meteran air sudah tidak
ada dan rumah meter air (untuk keamanan) yang saya kunci dengan gembok
pribadi, kedapatan sudah dirusak paksa, dengan cara mencongkel kusen
besinya.

Saya teringat cerita-cerita pengalaman warga-warga lain. Hal ini sering
dilakukan oleh PT Sukaputra Graha Cemerlang/PT SGC-Sentul City).

Kejadian ini saya ceritakan dan laporkan pada Bapak R (salah satu
pimpinan di Sentul City) dengan membawa bukti pembayaran akhir (3 Juni
2009). Dibantu oleh Bapak R, saya menelepon ke kantor PT SGC.

Dari hasil pembicaraan tersebut, beliau berkata saya punya tunggakan
karena saya membayar dengan tarif lama. Tentang harus membayar dengan
tarif baru ini (sekalipun ada perubahan), saya tidak tahu ada perubahan
karena memang tidak ada pemberitahuan.

Selama ini (2 tahun) saya membayar rutin dengan tarif lama, diterima
dengan baik-baik dan tidak ada masalah. Saya minta disambung kembali,
tetapi PT SGC menolak. Tindakan tersebut saya laporkan ke kepolisian
sektor Babakan Madang (8 Juni 2009). Sampai saya menulis surat ini
sudah, 7 hari belum disambung lagi.

Kepada warga Sentul City agar berhati-hati menghadapi manajemen Sentul
City/PT SGC yang bertindak secara 'supersopan' seperti yang saya alami.
Tanpa pemberitahuan terlebih dahulu langsung bertindak, merusak milik
orang lain/warga.

Dengan kejadian-kejadian yang warga alami apakah pantas Sentul City menggunakan 
moto God's City?

Epie Suryono
Sentul 

Sumber: Bisnis indonesia.com
URL: http://web.bisnis.com/edisi-cetak/edisi-harian/1id123091.html



      

Kirim email ke