Ada Apa di Final Ganda Putra Bulu Tangkis Singapura Terbuka? Rabu, 17 Juni 2009
Menyaksikan final bulu tangkis Singapura Terbuka di Lapangan I Singapura Indoor Stadium, Minggu (14-6) siang WIB, antara pasangan terbaik nasional kita, Markis Kido/Hendra Setiawan, yang juga unggulan pertama, kontra pasangan Anthony Clark/Nathan Robertson dari Inggris, ada beberapa keganjilan pada set pertama saat Markis Kido membuat kesalahan sendiri lebih dari 14 kali. Dan, keduanya sama sekali tak menunjukkan kelas, kualitas, dan performa yang baik. Terus terang kami masyarakat Indonesia kecewa sekali, olahraga satu-satunya yang bisa diandalkan yang diharapkan mampu mengharumkan nama bangsa sirna begitu saja tanpa perlawanan yang berarti dengan pemain Inggris yang notabene pemain Eropa relatif sangat mudah ditaklukan dibandingkan pemain-pemain Asia pada umumnya, seperti China atau Korea Selatan. Kami tak menyalahkan penampilan kedua pemain terbaik Indonesia tersebut, tetapi ada beberapa keganjilan yang objeknya terendus di pemain. Pertanyaannya kini ada apa di balik penampilan kedua pemain kebanggaan kita tersebut? Jawaban akurat tentunya ada pada manajer tim dan pelatih, pada saat itu bisa dikatakan mereka penentu kemenangan dan merekalah yang harus bertanggung jawab penuh atas kegagalan Tim Merah Putih, khususnya dalam mencermati penampilan Markis Kido/Hendra Setiawan. Keganjilan yang saya bilang di atas tadi bisa saja terjadi pada saat minim dan miskinnya gelar yang diraih negara Eropa dalam turnamen apa pun, jadi jelas jawabannya bukan?? Sekadar masukan untuk manajer tim dan pelatih mari kita berjiwa kesatria, didik pemain agar mereka bermental juara tanpa mengenyampingkan sportivitas, ambilah sikap jujur meski sangat dilematis, apa pun konsekuensi dan kompensasi apa pun bentuk dan risikonya harga diri dan martabat bangsa jauh lebih penting. Demikian sedikit tulisan yang dapat kami sampaikan, mudah-mudahan fragmen di atas tidak terulang lagi, masyarakat Indonesia kini sudah cerdas semua Bung. Terlepas dari itu semua kami mengucapkan maju terus bulu tangkis Indonesia!Gens una sumus (kita semua adalah keluarga). Ikmaludin RT.007/RW.003 Desa Seputihjaya Kecamatan Gunungsugih Lampung Tengah Sumber : Lampung Post.com URL: http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2009061705302055
