Setahun IJEPA (1 Juli 2008-1 Juli 2009) Jepang Gerogoti Kedaulatan NKRI
Bisnis Indonesia, Senin, 6 Juli 2009


Edisi pamungkas Debat Capres digelar KPU pada Kamis (2/07) malam di Balai 
Sarbini, Jakarta Selatan. Debat ini menjadi preferensi terakhir khalayak 
pemilih untuk memastikan pilihannya pada Pilpres 8 Juli 2009 mendatang.

M. Riza Damanik, Sekjen KIARA mengatakan, "Dalam debat terakhir ini, ketiga 
capres memaknai NKRI sebatas ruang juang. Sedangkan sebagai ruang hidup, masih 
luput dari perhatian. Padahal, kesempitan pemaknaan, ini berakibat pada 
lalainya daya jangkau kebijakan negara atas pentingnya menghidupi dan 
menyejahterakan tiap jengkal wilayah NKRI".

NKRI merupakan wujud kesatuan kewilayahan (1957), kesatuan kejiwaan (1928), dan 
kesatuan kenegaraan (1945) yang menggambarkan cita-cita kolektif keIndonesiaan. 
"Jika otonomi daerah dipahami sebatas wilayah administrative, bukan sebagai 
rumah realitas sosio-ekologis negara kepulauan dan kelautan terbesar di dunia, 
apalagi sekadar sambungan telepon, maka kebhinekaan (suku, agama, dan ras) 
sebagai nilai unggul bangsa bakan dibajak oleh kepentingan segelintir orang 
atau kelompok. Inilah yang menimpa negeri kita dewasa ini," tambah Riza.

Penggerak kemajuan bangsa diukur dari keterpenuhan hak-hak dasariah warga 
negaranya. Otonomi daerah adalah wujud penghargaan yang tepat. Dengan memberi 
sarana dan prasarana bagi tumbuh kembangnya ekonomi kerakyatan berbasis 
kepulauan, maka cita-cita kolektif anak bangsa bakal teraih. "Di panggung 
debat, keberlangsungan hidup anak bangsa hanya dimengerti sekadar sambungan 
telepon. Inikah potret pemimpin nasional?" Tanya Reza.

Negeri ini adalah negeri besar. Salah satu wilayah perairannya, yakni Selat 
Malaka, menjadi jalur komunikasi laut (SLOC/Sea Line of Communication) terpadat 
di dunia. Lebih dari 50.000 kapal, tak terkecuali 72% kapal tanker yang 
mengangkut minyak dan LNG dengan total 25% perdagangan dunia melintasi selat 
ini. "Jika konflik terjadi di Selat Malaka, Jepang adalah negara yang akan 
kehilangan 16% pasokan minyak bumi dan 80% pasokan gas alam. Tak mengherankan, 
Jepang memasukannya dalam IJEPA guna menstabilkan perekonomiannya, "tutur Riza.

IJEPA (Indonesia Japan Economic Partnership Agreement) adalah siasat 
liberalisasi perdagangan antara Indonesia dan Jepang yang berlaku efektif sejak 
8 Juli 2008 lalu. "Tak ada penghargaan atas nilai-nilai demokrasi, karena motif 
ekonomi monopolistic Jepang lebih kentara. Jika pemerintah tak berani 
bernegosiasi ulang, cita-cita di balik NKRI, Demokrasi, dan Otonomi Daerah 
berhenti sebatas panggung debat, tanpa meninggalkan makna bagi bangsa 
Indonesia," tutup Riza.

M. RIZA DAMANIK
Sekjen KIARA



Sumber: BISNIS INDONESIA
URL: http://web.bisnis.com/edisi-cetak/edisi-harian/1id126334.html



      
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/


------------------------------------

http://www.SuratPembaca.net
Komunitas Surat Pembaca IndonesiaYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke