Pemimpin Jangan Lupakan Rakyat Kompas, Kamis, 16 Juli 2009
Apa yang menarik dari kenduri Rp 4 triliun yang disebut pilpres? Presiden mungkin tetap atau berganti, dan begitu pula para menteri, juga kebijakan yang mereka buat pun mungkin berubah. Namun, apa nasib rakyat kecil turut berubah? Berbondong-bondong rakyat mendatangi bilik suara pilpres. Rakyat berharap hasil contrengan bisa mengubah nasib, dan para "dewa" tidak lupa janji, bahwa kesejahteraan dan keadilan yang diiming-imingkan sewaktu kampanye pilpres tak hanya sekadar mimpi. Atau sepenggal doa tak selesai, yang tertinggal di ujung lidah yang lapar. Sekolah dan pengobatan gratis telah di depan mata. Sistem ekonomi yang memihak rakyat kecil sudah jadi program bersama. Lapangan kerja dan bahan pokok murah sudah dalam genggaman. Itu bius nikmat lima tahun sekali. Impian paling dasar bagi setiap warga negara yang ingin merasakan berkahnya kemerdekaan. Saya bukan antisiklus demokrasi lima tahun sekali ini. Namun, tolong para pemimpin yang terpilih jangan dilupakan harapan rakyat. Jangan sia-siakan kepercayaan rakyat, dan jangan mengolok kesabaran rakyat. JIM BARY ADITYA Jalan MPR IX, Cilandak, Jakarta Sumber: KOMPAS URL: http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/07/16/03451939/redaksi.yth Kenapa BBM mesti naik? Apakah tidak ada solusi selain itu? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! http://id.answers.yahoo.com ------------------------------------ http://www.SuratPembaca.net Komunitas Surat Pembaca IndonesiaYahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
