http://us.detiknews.com/read/2010/03/23/013225/1323188/10/wow-poco-poco-kini-menggoyang-ceko?991101605

Pardubice - Kalau disco dulu pernah melanda Indonesia di era 70-an, kini
Poco-poco justru menggoyang Republik Ceko! Tari pergaulan dari Sulawesi ini
disuka tua muda.

Goyang masal Poco-poco dilakukan masyarakat kota Pardubice, menutup acara
Multicultural Week di Gedung Teater 29, (21/3/2010).

"Mereka belajar tari yang asyik dilakukan ramai-ramai tersebut dari para
penari binaan KBRI Praha," tutur Konselor Penerangan, Sosial, Kebudayaan
Azis Nurwahdyudi kepada detikcom.

Pejabat kota Pardubice, Jiri Binder mengatakan bahwa tim Indonesia berhasil
menghadirkan suasana meriah dan hangat dengan mengajarkan tari Poco-Poco
tersebut.

"Keberhasilan mendekatkan budaya Indonesia ini akan selalu diingat oleh
masyarakat kota Pardubice," ujar Binder.

Multicultural Week di Pardubice diikuti oleh partisipan dari berbagai negara
seperti Perancis, Georgia, Mongolia, Vietnam, Armenia, Azerbaijan,
Kirgizstan, Kazachstan, dan Tajikistan.

Indonesia mendapat kehormatan tampil menutup acara tersebut dengan
pertunjukan tari tradisional oleh Sanggar Sekar Melati binaan KBRI Praha,
meliputi Tari Cendrawasih (Bali), Tari Kayau (Kalimantan), Tari Rantak
(Sumbar) dan Saman (Aceh).

Batik

Sebelumnya sejumlah masyarakat kota Pardubice juga berkesempatan mengikuti
workshop pembuatan batik, yang diselenggarakan di Sekolah Seni Pardubice
dengan pengarah Helena Hoskova, mantan penerima beasiswa Darmasiswa yang
belajar di ISI Yogyakarta.

Hoskova antara lain memberikan pelatihan tentang proses pembuatan batik
mulai dari memperkenalkan peralatan membatik seperti canting, malam (sejenis
lilin, red), sampai membuat pola.

Para peserta workshop juga diberi kesempatan untuk mempraktikkan cara
membatik di kain yang telah dibagikan. Sementara Sona Cermakova, yang juga
alumni Darmasiswa UGM Yogyakarta, memberikan penjelasan mengenai pembuatan
batik kepada para peserta.

Seusai workshop semua peserta dapat melihat koleksi kain batik tulis dan
batik cap yang dipamerkan. Disusul demonstrasi berbagai penggunaan kain
batik melalui peragaan busana. Ditunjukkan batik sebagai pakaian daerah,
pakaian kerja, dan kasual.

"Mereka tampak kagum setelah melihat bahwa batik ternyata juga cocok dipadu
dengan celana jeans dan untuk bersantai di musim panas," demikian Azis.

Kesempatan di Pardubice itu juga dimanfaatkan untuk mempromosikan Indonesia
dengan membagikan brosur pariwisata dan mengajak mereka berkunjung ke tanah
air.

(es/es)















-- 
JUDr.Teddy Sunardi,Ph.D.

Kirim email ke