http://health.detik.com/read/2010/03/30/151703/1328682/775/15-juta-balita-terancam-goblok-permanen

Selasa, 30/03/2010 15:17 WIB

1,5 Juta Balita Terancam 'Goblok' Permanen

Vera Farah Bararah - detikHealth

Jakarta, Balita yang mengalami gizi buruk masih cukup banyak meskipun
di beberapa daerah telah terjadi penurunan angka statistik. Setidaknya
ada 1,5 juta balita Indonesia yang kini mengalami gizi buruk yang akan
membuatnya mengalami kebodohan permanen.

Jika hal ini terus menerus dibiarkan, maka Indonesia bisa kehilangan
generasi muda yang optimal di masa mendatang.

Hingga tahun 2009 terdapat 5,3 persen balita dari 28 juta anak di
bawah usia 5 tahun yang mengalami gizi buruk. Artinya sekitar 1,5 juta
balita mengalami gizi buruk sedangkan balita yang mengalami gizi
kurang sekitar 15 persen.

"Jika anak di bawah usia 5 tahun mengalami gizi buruk, maka ia
kehilangan periode emasnya dalam hal perkembangan otak sehingga
mengakibatkan otaknya mengecil. Jika hal ini terjadi maka anak bisa
menjadi goblok permanen dan sulit untuk diperbaiki," ujar DR Dr Tb
Rachmat Sentika, SpA, MARS dalam acara Pfizer Journalist Class dengan
tema Gizi dan Masa Depan Generasi Muda di Wisma GKBI, Jakarta, Selasa
(30/3/2010).

Dr Rachmat menuturkan penyebab balita mengalami gizi kurang sekitar
sepertiga diakibatkan bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR),
sebesar 48 persen balita tidak mendapatkan ASI dan sisanya tidak
tersentuh oleh layanan kesehatan seperti posyandu sehingga asupan
gizinya tidak terpantau.

"Salah satu cara untuk mendeteksi dini anak gizi buruk atau tidak
adalah melalui KMS (Kartu Menuju Sehat), karena dari kartu tersebut
bisa dilihat grafik pertumbuhan anak. Makanya setiap anak harus
memiliki KMS," ujar dokter kelahiran Sukabumi 54 tahun silam.

Dr Rachmat menambahkan ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk
mengurangi jumlah balita yang mengalami gizi buruk serta mencegah
balita yang gizi kurang agar tidak semakin terpuruk, yaitu:

   1. Melakukan gerakan untuk menyosialisasikan ASI, karena ASI
eksklusif sudah terbukti bisa mengurangi angka kematian bayi dan juga
meningkatkan gizi bayi.
   2. Semua bayi harus memiliki KMS, saat ini posyandu hanya
memberikan layanan timbang bayi pada bulan April dan September saja.
Padahal seharusnya bayi tersebut ditimbang setiap bulannya.
   3. Jangan ada perbedaan pendistribusikan vitamin A dan tablet Fe
untuk anak di setiap provinsi serta antar kabupaten atau kota. Vitamin
A berguna untuk meningkatkan kadar serum retinol yang berguna untuk
imunitas, sedangkan tablet Fe berguna untuk mencegah anemia pada anak.
   4. Menggiatkan kembali fungsi posyandu sebagai sarana pelayanan
kesehatan dasar.


"Kalau jumlah balita yang mengalami gizi buruk terus menerus
meningkat, maka 10 tahun ke depan kita akan kehilangan generasi (lost
generation) sebesar 1,5 juta. Selain itu gangguan gizi di masa periode
emas anak akan mempengaruhi perilaku anak nantinya, karena ada
penelitian yang menunjukkan anak yang suka tawuran atau berantem
setelah ditelusuri 5-6 tahun ke belakang ternyata mengalami gizi
kurang," ungkap dokter yang juga menjabat sebagai Tim Ahli Komisi
Perlindungan Anak Indonesia.

Untuk menciptakan generasi muda yang sehat diperlukan 4 hal, yaitu:

   1. Gizi yang sehat, faktor ini mempengaruhi sekitar 30 persen.
   2. Lingkungan di sekitarnya, faktor ini mempengaruhi sekitar 30 persen.
   3. Perilaku dari orang tersebut, faktor ini mempengaruhi sekitar 30 persen.
   4. Obat dan alat kesehatan, faktor ini mempengaruhi sekitar 10 persen.


Jika status gizi tidak segera diperbaiki, maka sel-sel otak anak tidak
akan dapat berkembang secara maksimal dan terdapat ruang-ruang kosong
yang bersifat permanen dan kondisi ini tidak dapat dipulihkan atau
diperbaiki. Selain itu kecerdasan seorang anak dipengaruhi oleh dua
hal yaitu asupan nutrisi (protein, asam amino AA dan DHA) dan juga
stimulasi yang diterimanya.

(ver/ir)

-- 
Teddy


------------------------------------

http://www.SuratPembaca.net
Komunitas Surat Pembaca IndonesiaYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke