JAKARTA 16 APRIL 2010 TVOne Akhirnya Minta Maaf Terkait Markus Palsu http://polhukam.kompasiana.com/2010/04/09/tvone-akhirnya-minta-maaf-terkait-markus-palsu/
(KompasianaBaru-jakarta) Markus atau Makelar kasus lagi naik daun pekan-pekan ini, apalagi dengan kasus narasumber palsu sebagai markus yang di siarkan oleh TVOne yang menganggap sebagai stasiun berita di Indonesia. Markas Besar Polri menangkap seorang yang diklaim sebagai narasumber program acara Apa Kabar Indonesia Pagi TVOne. Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Edward Aritonang menyebutkan, penangkapan tersebut dilandasi atas dugaan rekayasa berita. Terkait dengan pernyataan yang dikeluarkan Mabes Polri, TVOne menyatakan belum dapat memastikan apakah makelar kasus yang dimaksud adalah narasumber yang pernah tampil di program Apa Kabar Indonesia Pagi tanggal 18 Maret lalu. Saat acara diskusi AJI (Aliansi Jurnalis Independen) di Hotel Aryaduta, Jakarta,Kamis sore, 8 April 2010, ketika bubaran diskusi tersebut, saya bertanya dengan Presenter TVOne Tina Talisa,” Ini ada SMS yang masuk melalui Handphone AJI yang menyebutkan bahwa IR (Indy Rahmawati) ditangkap polisi terkait masalah narasumber markus palsu, dengan santai Tina menjawab,”Oh saya belum tahu itu sambil tertawa.” Untuk melindungi diri karena sering dikomplain oleh narasumber pada setiap acara di TVOne, Tina Talisa juga akan masuk AJI,”Iya mas, saya sering dikomplain oleh narasumber, maka saya akan masuk AJI, agar ada yang melindungi bila ada apa-apa, saya malas masuk PWI,” ujar Tina sambil tersenyum. “Awas mbak Tina Talisa nanti di culik orang,” ujar saya dan Tina Talisa pun tertawa bersama rekan-rekan dari AJI. Sedangkan uang yang dianggap sebagai biaya untuk merekayasa penuturan makelar kasus, sebesar Rp1,5 juta, seperti yang dituduhkan adalah honor narasumber yang biasa diberikan. Stasiun televisi TVOne akan menuntut balik Andris, narasumber Apa Kabar Indonesia (AKI) dengan tema markus di Mabes Polri pada 18 Maret 2010 lalu. Andris dituntut atas pencemaran nama baik presenter TVOne, Indy Rahmawati. Berikanlah pemberitaan yang benar, jangan membodohi publik dan tidak mengejar rating semata, semoga ini menjadi pembelajaran bagi setiap stasiun Televisi lainnya. WASSALAM RACHMAD YULIADI NASIRINDEPENDENT PEMERHATI PUBLIC & MEDIA rbacakoran at yahoo dot com http://www.kompasiana.com/rachmadbacakoran http://www.kompasiananews.blogspot.com Baca juga http://www.walikotasabang.blogspot.com http://www.facebook.com/group.php?gid=364873875496 (Grup:RACHMAD YULIADI NASIR) http://www.facebook.com/group.php?gid=238510850931 (Grup:Gerakan Facebooker 1.000.000 Orang Visit Kilometer Nol Sabang Aceh). http://www.facebook.com/group.php?gid=210886650676 (GERAKAN FACEBOOKERS BERANTAS KORUPSI TANGKAP DAN ADILI PARA KORUPTOR) Undangan Facebookers : RACHMAD YULIADI NASIR UNDANGAN GRUP RACHMAD YULIADI NASIR RACHMAD YULIADI NASIR Gerakan Facebookers Berantas Narkoba Selamatkan Generasi Muda Bangsa Gerakan Facebookers 1.000.000 Orang Visit Kilometer Nol Sabang Aceh Ayo,Cuci Tangan Dengan Sabun DUKUNG BASMI AIDS - STOP AIDS INDONESIA GERAKAN FACEBOOKERS BERANTAS KORUPSI TANGKAP DAN ADILI PARA KORUPTOR RACHMAD YULIADI NASIR
