Assalamu 'alaikum w.w.,
Saya setuju seleksi email dilakukan jk mengacu pd parameter yg jelas, sbg parameter misalnya dibuat suatu aturan komunikasi baku yg wajib diikuti oleh seluruh anggota, sehingga email² berupa; iklan komersil (bkn utk tujuan dakwah), email² yg berisi umpatan/ makian/ hinaan/ arogansi, serta spam & junk email dicekal agar tidak masuk ke mailis. Tapi saya kurang setuju jk seleksi email dilakukan berdasarkan ada atau tidaknya dalil yg jelas dalam suatu email yg dikirim oleh anggota krn penilaiannya sangat bias dan pasti akan bersifat subyektif, kalo mau diterapkan jg sebaiknya dibentuk tim penilai yg independen. Spt email saya ini kan gak ada dalil yg mendukungnya, apakah saya perlu jg mencantumkan nash² syar'i utk email sederhana spt ini? Saya pikir lebih baik mengendalikan tingkah laku seseorang drpd <s>membunuh</s> memasung intelegensi & kreatifitas, bukankah bergabung dgn masyarakat termasuk masyarakat mailis adlh sarana utk pendidikan komunikasi jg? Saya jg sama spt rekan² yg mengaku msh baru belajar tentang Islam, saya bergabung dgn mailis ini jg utk belajar ttg Islam. Lagi pula siapa sih yg berani mengaku sudah cukup belajar tentang Islam? Tapi belajar tentang Islam kan gak cukup dgn membaca materi-materi yg sudah tersusun rapi dlm bentuk tulisan sj. Belajar tentang Islam jg perlu membaca & mendengar pendapat org lain dlm sebuah diskusi yg sehat yg bertujuan mencari kebenaran dan bukan utk tujuan mencari kemenangan. Selain itu belajar tentang Islam jg perlu belajar lapang dada menerima pendapat org lain yg ternyata dasarnya lebih kuat dibanding pendapat kita atau guru kita, terlepas apakah kita mau mengikuti pendapat tsb atau tetap bertahan dgn pendapat sendiri. Persoalan bhwa ada 1-2 org member mailis yg mengeluh krn mailbox mrk penuh akibat byknya email yg masuk tentunya tidak relevan dijadikan sbg landasan utk membatasi email yg masuk. Mail groups Yahoo sudah menyediakan fasilitas yg sesuai bg mrk yg tdk ingin menerima semua email (individual emails) dr grup mailis yg diikuti yaitu cukup menerima 1 email sj perhari yg memuat semua email yg masuk pd hari itu (daily digest) atau bs jg memilih "no email" yaitu tdk menerima email sama sekali tp punya akses membaca semua email yg masuk ke grup dgn login ke situs grup tsb. Jadi bagi anggota yg memiliki akses internet dan ingin membatasi jumlah email yg masuk silahkan memilih setting daily digest atau no email tsb atau meminta bantuan moderator utk mengubah setting penerimaan emailnya. Lagi pula setiap anggota seharusnya dpt melakukan sendiri seleksi email tanpa harus membebankan tugas itu pd moderator. Bukankah tidak terlalu sulit menghapus email² yg masuk ke mailbox kita berdasarkan subyek email yg tampil di daftar email. Jika diyakini subyeknya tdk menarik atau tdk akan menambah wawasan, cukup di-klik atau di-sort dr atas sampai bawah email² tsb, terus di delete sj. Tidak baik terlalu manja pd moderator meskipun saya yakin P'Nizami tipe org yg suka membantu & memudahkan kesulitan org lain. Jadi solusi yg lebih tepat dibanding pembatasan/ seleksi email (yg pasti akan menguras energi & waktu bapak moderator dan menggerus intelegensi & kreatifitas anggota mailis) adalah masing² anggota memperbaiki metode penyampaian materi & hujjah, sdgkan moderator bertugas mengawal tingkah laku anggota berdasarkan rule atau aturan komunikasi yg dibuat sedemikian rupa mengacu ke visi & misi mailis. Bagi anggota yg melanggar aturan main yg telah dibuat dpt dikenakan sangsi administratif yg toolsnya jg sdh disediakan oleh Yahoogroups, tentunya setelah sblmnya diberi peringatan. Mohon maaf jika ada hal yg tidak berkenan Salam, Zulfadhli ________________________________ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of [EMAIL PROTECTED] Sent: Thursday, May 10, 2007 5:01 PM To: A Nizami Cc: [email protected] Subject: Re: [syiar-islam] Keluar dari Milis dan Pembatasan Jumlah Email Wa'alaikumsalam Aa Nizami, Saya setuju dengan adanya pembatasan jumlah email per hari per member. Agar yang baru belajar tidak dibuat pusing dan bingung dengan email yang panjang dan cenderung ( maaf ) mengajak berdebat. Saya ( terus terang ) dalam inbox tidak pernah penuh, karena saya selektif memilih untuk dibaca dan seterusnya untuk difile/simpan sebagai bahan kajian. Kalau tidak berkenan dan cenderung berhujah tanpa dasar Al-Quran dan As-Sunnah yang jelas dan kuat, langsung saya delete saat itu juga. Yang enak adalah isinya singkat, padat, dasarnya Al-Quran dan As-Sunnah, tidak menghujat golongan dan bisa mendorong kemantapan Iman dan Islam, Salam, I w a n Rauf [Non-text portions of this message have been removed]

